Aceh Selatan | Atjeh Terkini.id – Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Desa Pulokambing, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, terus mengembangkan unit usaha peternakan ayam petelur sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi desa.
Saat ini, BUMG mengelola sebanyak 400 ekor ayam petelur dengan usia mencapai 21 minggu atau masih dalam masa pra-produksi, Sabtu (17/1/2026).
Dalam kondisi pra-produksi, ayam petelur tersebut telah mampu menghasilkan sekitar 2 papan telur per hari. Namun, ketika memasuki usia produksi optimal, hasil telur diperkirakan dapat meningkat hingga mencapai 11 papan per hari. Dengan harga jual telur di pasaran berkisar antara Rp45.000 hingga Rp48.000 per papan, usaha ini dinilai memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan bagi pendapatan desa.
Pengelolaan pakan ayam dilakukan secara mandiri oleh BUMG dengan memanfaatkan bahan lokal berupa jagung dan bekatul. Pola pemberian pakan diatur secara terjadwal, yakni 30 persen pada pagi hari dan 70 persen pada sore hari, disertai dengan perawatan rutin untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ayam.
Ketua BUMG Desa Pulokambing, Bapak Musjidin, mengatakan bahwa usaha ayam petelur ini merupakan salah satu program unggulan desa dalam bidang ekonomi produktif.
“Usaha ayam petelur ini kami kelola secara serius dan bertahap. Saat ini masih dalam masa pra-produksi, namun hasilnya sudah mulai terlihat. Jika sudah masuk masa produksi penuh, kami perkirakan mampu menghasilkan hingga 11 papan telur per hari dengan harga jual Rp45 ribu sampai Rp48 ribu per papan,” ujar Musjidin.
Ia menambahkan, pengelolaan pakan secara mandiri dilakukan untuk menekan biaya operasional sekaligus memanfaatkan potensi bahan baku yang tersedia di desa. Selain itu, perawatan rutin menjadi perhatian utama agar kualitas dan kuantitas produksi telur tetap terjaga.
Melalui pengembangan usaha peternakan ayam petelur ini, BUMG Desa Pulokambing berharap dapat membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan pendapatan desa, serta menjadi contoh bagi gampong lain dalam mengelola usaha produktif berbasis potensi lokal.
Khaidir, Salah satu Warga Pulo Kambing menyampaikan harapan nya Kepada Media AtjehTerkini.id ” Kami Berharap penuh kepada pengurus BUMG ini supaya serius dalam menata kelola segala aspek yang mendukung produksi ayam petelur tersebut, sehingga nanti nya , paling tidak mampu memasarkan hasil yang optimal sehingga mendekati modal awal yang telah di kucurkan dari Anggran desa,sehingga keringat anggota BUMG terbayarkan dengan hasil yang kita inginkan bersama , ujar nya.
Sebelumnya Presiden prabowo menekankan penting nya menjaga sumber daya pangan dalam negeri secara berkelanjutan, makanya setiap kucuran Anggaran Desa harus di buat satu program di khusus kan untuk menjaga ketahanan pangan. (Khairul Miza)












