Banda Aceh I Atjeh Terkini.Id -Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah memasuki pekan ke-3. Berdasarkan data BNPB per Ahad (14/12/2025) pagi, korban meninggal dunia mencapai 1.006 orang, 212 orang hilang, dan 5.400 orang terluka.
Bencana ini berdampak luas di 52 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut. Kerusakan yang terjadi tergolong masif, antara lain:
– 158.000 rumah warga (rusak ringan hingga berat) 1.200 fasilitas umum, termasuk 219 fasilitas kesehatan, 581 fasilitas pendidikan, dan 434 rumah ibadah 290 gedung pemerintahan 145 jembatan yang rusak atau terputus (menghambat akses logistik dan evakuasi)
Ketua Yayasan Advokasi Perwakilan Bireuen dan Pidie Jaya (YARA), Muhammad Zubir, SH, MH, menyarankan Presiden Prabowo membentuk kembali Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) khusus untuk pemulihan daerah terdampak. Menurutnya, BRR pernah sukses dalam pemulihan Aceh dan Nias pasca tsunami 2004.
“Jika pemulihan diserahkan hanya ke pemerintah daerah dengan APBD, daerah akan keterbatasan dan memakan waktu puluhan tahun,” kata Zubir. Ia menambahkan, kerusakan infrastruktur yang parah, ekonomi masyarakat yang terhenti total, sawah yang tertimbun, dan bendungan yang rusak membutuhkan komando pusat yang tangguh.
“Kita berharap presiden segera membentuk komando pusat dan mengambil alih pemulihan dan pembangunan kembali,” tutupnya. (**).















