Pagi itu deru mesin boat membelah arus sungai Tamiang. Tiga pendidik mengarungi sungai dengan membawa logistik untuk korban banjir bandang, di Gampong Pante Kera dan Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur.
Kepsek SD negeri Pante Kera, Mulia Risa SP.d, bersama M.Raihan dan Nur Subhan tergerak hatinya untuk membantu warga di sana. Setelah berhasil mengumpulkan donasi dari para guru di Kabupaten Aceh Timur sebesar 10 juta. Mereka bertiga nekat menyuplai logistik melawan derasnya arus hulu sungai Tamiang ditengah belantara pada Rabu 10 Desember 2025.

“Saya bersama dua orang guru lainnya menyuplai logistik ke masyarakat di tempat saya mengajar,” papar Mulia, Minggu (14/12/2025).
Berjibaku dengan alam pasca banjir, Mulia bersama timnya tetap gigih mengantar logistik di daerah terisolir.
Bantuan yang di bawa, beras 150 kg, telor 20 papan, minyak goreng 40 kg, mie instan 20 dus serta rempah rempah seperti bawang, cabai dan lainnya.
Bergelut dengan lumpur, tak membuat Mulia berkeluh kesah. Semangat membara membantu warga terdampak banjir sebanyak 150 Kepala Keluarga di sekitar sekolah yang di pimpinnya, seolah bak pejuang kemanusiaan sejati.

“Tergugah hati kami untuk membantu warga yang dampak banjir, meski bantuan dari Pemerintah sudah di suplai melalui udara dan jalur sungai,” ujar Mulia lagi.
Kendati sebelumnya telah mendapatkan bantuan dari Pemerintah, Namun menurut Ridha kebutuhan sembako masih belum terpenuhi secara menyeluruh.

“Mereka sangat berterima kasih kepada kami telah mengantarkan logistik untuk kebutuhan sehari – hari,” kata Mulia.
Banjir di Gampong Pante Kera dan Batu Sumbang, menurut laporan Ridha telah menyapu rumah penduduk sekitar 90 persen. Namun tidak ada korban jiwa, hanya harta benda yang hilang tak tersisa.

“Sekarang ini sisa dari puing – puing rumah di kumpulkan di buat gubuk sebagian besar dihuni oleh masyarakat korban banjir,” papar Mulia.
Selanjutnya kata Ridha, bantuan logistik tahap ke dua akan diantar pada Kamis 18 Desember 2025 melalui jalur yang sama.
“Bantuan tahap kedua tersebut berasal dari Bandung, Mohon doanya agar kami selamat sampai tujuan,” pungkas Mulia mengakhiri percakapan.(Syaf)















