YARA Minta Presiden bentuk kembali BRR untuk bencana banjir Aceh, Sumut & Sumbar.

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh l Atjeh Terkini.Id- Bencana besar banjir bandang dan tanah longsor yang memporak-porandakan Aceh, Sumut dan Sumbar kini sudah memasuki pekan ke tiga, Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Ahad (14/12/2025) pagi, jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.006 orang, sementara 212 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Selain korban jiwa, BNPB mencatat sebanyak 5.400 orang mengalami luka-luka, baik luka berat maupun ringan akibat dampak langsung bencana tersebut.

Bencana banjir bandang dan longsor tersebut berdampak luas di 52 kabupaten/kota yang tersebar di tiga provinsi di Sumatera.

Kerusakan infrastruktur dan permukiman warga tergolong masif. Tercatat sebanyak 158.000 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.

Baca Juga :  Terjaring Razia, 30 Sepmor dan 10 Botol Miras Diamankan

Tidak hanya rumah tinggal, sejumlah fasilitas publik juga terdampak parah. BNPB mencatat sedikitnya 1.200 fasilitas umum rusak akibat bencana ini. Selain itu, terdapat 219 fasilitas kesehatan, 581 fasilitas pendidikan, dan 434 rumah ibadah yang mengalami kerusakan.
Kerusakan juga terjadi pada bangunan pemerintahan dan sarana transportasi. Sebanyak 290 gedung dan perkantoran dilaporkan terdampak, serta 145 jembatan rusak atau terputus, sehingga menghambat akses distribusi logistik dan proses evakuasi di sejumlah wilayah.

Ketua Yayasan Advokasi Perwakilan Bireuen dan Pidie Jaya, Muhammad Zubir, SH, MH menilai perlunya komando khusus dari pemerintah pusat dalam hal ini Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo untuk membentuk kembali Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) Khusus untuk pemulihan dan pembangunan kembali daerah yang berdampak bencana tersebut.

Baca Juga :  Kisah Ainsyah Lansia Tempati Gubuk Reot di Ambang Roboh Terabaikan oleh Pemko Banda Aceh

“BRR pernah berjaya dalam pemulihan dan pembangunan kembali Aceh & Nias pasca Tsunami 2004, jadi Pemerintah harus membentuk kembali BRR, Kata Zubir.

“Jika pemulihan dan pembangunan kembali diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing dan hanya bermodalkan APBD, daerah akan kete-teran dan memakan waktu puluhan tahun lamanya, karena kerusakan infrastruktur yang begitu parah, ekonomi masyarakat mati total, sawah-sawah sudah tertimbun tanah yang tinggi dan bendungan rusak, Sebut Zubir.

“Kita berharap presiden segera membentuk komando pusat dan mengambil alih pemulihan dan pembangunan kembali pasca banjir ini. Tutup Zubir (**)..

Berita Terkait

Tim Tabur Kejari Aceh Berhasil Menangkap DPO
PWI Aceh Utara dan Lhokseumawe Siap Gelar Konferensi 2- 3 Februari 2026
PWI Aceh Kirim 8 Wartawan Retret di Pusdikat Kemhan Bogor
Kala Dessy Maulidha Semangati Belajar-Bermain Murid PAUD Salsabila
Illiza Lanjutkan Kerja Sama Siter City Banda Aceh-Higashimatsushima
Jejak Penyebab Bencana Hidrometeorologi Menurut Pemerhati Lingkungan Hidup 
Audiensi Pengurus PWI Aceh, BPMA Siap Bekerjasama untuk Peningkatan Kapasitas Wartawan
DPD PBN Aceh Ajak Masyarakat Jadi Pelita bagi Korban Bencana Banjir Aceh  
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:45 WIB

Tim Tabur Kejari Aceh Berhasil Menangkap DPO

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:37 WIB

PWI Aceh Utara dan Lhokseumawe Siap Gelar Konferensi 2- 3 Februari 2026

Minggu, 25 Januari 2026 - 00:39 WIB

PWI Aceh Kirim 8 Wartawan Retret di Pusdikat Kemhan Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:22 WIB

Kala Dessy Maulidha Semangati Belajar-Bermain Murid PAUD Salsabila

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:22 WIB

Illiza Lanjutkan Kerja Sama Siter City Banda Aceh-Higashimatsushima

Berita Terbaru