Aceh Selatan | Atjeh Terkini.id— Usaha pangkas rambut (Barbershop – khusus pria) yang dikelola Bang Maulidin atau yang lebih dikenal dengan nama “Bang Din Pangkas” kian ramai diminati, khususnya oleh kalangan anak muda.
Usaha ini berlokasi di Dekat Kantor POS Jalan Teuku Meurah Adam Simpang Empat Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan. Meski baru berjalan sekitar tujuh bulan, pangkas rambut ini telah memiliki pelanggan tetap dan kerap dipadati pengunjung saat akhir pekan. Kamis (29/1/2026).
Dalam sehari, terutama pada Sabtu dan Minggu, jumlah pelanggan yang datang bisa mencapai sekitar 30 orang per hari. Dengan tarif yang terjangkau, yakni Rp25.000 per kepala, pangkas rambut ini menjadi pilihan favorit bagi pelajar hingga pemuda. Dari jumlah tersebut, income yang diperoleh bisa mencapai sekitar Rp750.000 hingga Rp1 juta per hari, yang masih merupakan pendapatan kotor.
“Kalau akhir pekan memang paling ramai. Dari pagi sampai malam terus ada yang datang,” ujar Bang Maulidin.
Pangkas rambut yang dikenal dengan nama “Bang Din Pangkas” ini mengandalkan berbagai gaya potongan rambut kekinian. Beberapa model yang paling sering diminta pelanggan antara lain Taper Fade, French Crop, Buzz Cut, serta sejumlah gaya potongan lain yang mengikuti tren anak muda.
Bang Din mengatakan, selain mengikuti model rambut terbaru, pihaknya juga mengutamakan kerapian dan kenyamanan pelanggan. Hal tersebut membuat banyak pelanggan datang kembali dan merekomendasikan tempat ini kepada teman-temannya.
Usaha pangkas rambut ini buka cukup lama, mulai pukul 10.00 WIB hingga 00.00 WIB. Jam operasional yang panjang memberikan keleluasaan bagi pelanggan untuk datang, baik siang, sore, maupun malam hari.
Salah satu pelanggan setia, Bang Renal, mengaku sering memangkas rambut di tempat tersebut karena hasilnya rapi dan sesuai keinginan.
“Potongannya cocok, harganya juga pas. Makanya saya sering ke Bang Din Pangkas,” kata Bang Renal.
Dengan konsep sederhana, pelayanan santai, serta harga yang ramah di kantong, pangkas rambut Bang Maulidin terus menunjukkan perkembangan positif. Kehadiran usaha kecil ini turut menjadi bagian dari denyut ekonomi anak muda di daerah, terutama saat akhir pekan tiba. (Khairul Miza)















