Tapal Batas Memanas, Aceh Barat dan Nagan Raya Saling Klaim

- Jurnalis

Rabu, 24 September 2025 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Barat | Atjeh Terkini.id – Suasana tegang mewarnai pinggiran Krung Meulaboh, Kecamatan Pante Ceureumen, Rabu (24/9/2025). Tokoh masyarakat bersama Muspika Pante Ceureumen mendatangi lokasi proyek pembukaan badan jalan batas Nagan Raya dengan Aceh Barat yang di lakukan oleh pemerintah Nagan Raya.

Pantauan langsung Atjehterkini.id di lapangan, setibanya di lokasi rombongan Pante Ceureumen sudah ditunggu Muspika Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, lengkap dengan tokoh masyarakatnya. Adu mulut pun pecah, masing-masing pihak mengklaim wilayah itu masuk dalam kawasan mereka.

“Ini wilayah Aceh Barat, tidak boleh ada proyek tanpa izin kami,” teriak salah satu tokoh masyarakat Pante Ceureumen di tengah kerumunan.

Baca Juga :  Debat Kandidat Cabup dan Cawabup Aceh Barat Sebanyak 62 Persen Nilai Visi-Misi Tarsa Lebih Menarik

Pihak Seunagan Timur tak mau kalah, menyatakan jalan tersebut berada di wilayah Nagan Raya. Suasana semakin panas, warga dari kedua kubu saling mendekat. Aparat segera menenangkan massa dan memutuskan menghentikan seluruh aktivitas alat berat di lokasi.

Camat Dua Kecamatan Saling Tegas

Camat Pante Ceureumen dan Camat Seunagan Timur yang hadir sama-sama menegaskan, permasalahan ini tidak bisa diputuskan di lapangan. Mereka sepakat persoalan batas wilayah harus dibawa ke meja pertemuan resmi, melibatkan Bupati Aceh Barat, Bupati Nagan Raya, dan DPRK dari kedua kabupaten.

Baca Juga :  PJ Bupati Aceh Barat Gelar Sinergi Forkopimda untuk Wujudkan Pilkada Kondusif

“Kita jangan sampai bentrok. Pemerintah dua kabupaten harus segera duduk, jangan biarkan masyarakat berhadap-hadapan,” kata Om Go, tokoh masyarakat Pante Ceureumen, kepada media.

Aktivitas Terhenti, Warga Masih Siaga

Hingga berita ini diturunkan, alat berat di lokasi masih berhenti total. Warga Pante Ceureumen dan Seunagan Timur tetap berjaga di sekitar kawasan.

Ketegangan di perbatasan Krung Meulaboh kembali membuktikan bahwa konflik tapal batas Aceh Barat–Nagan Raya masih rawan memicu gejolak, jika pemerintah tidak segera mengambil langkah tegas.(**)

Berita Terkait

LANA : Bandar Narkoba di Aceh Barat Seolah Tak Tersentuh Hukum
Pengibaran Simbol Politik di Tengah Bencana Mengganggu Fokus Kemanusiaan
Kapolsek Pante Ceuremen Iptu Faisal Bersama Istri Maya Faisal Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Lawet
LANA Desak Gaji DPRK Aceh Barat Didonasikan untuk Korban Bencana Alam
Polres Aceh Barat Bantah Pembiaran Truk Kayu di Sungai Ma
Usai Salurkan Bantuan, PEMA UTU : Kerusakan Ekologis Aceh Barat Tak Bisa Diabaikan
Akibat Banjir Gampong Sikundo Pante Ceureumen Aceh Barat Terisolasi 
Polres Aceh Barat Tertibkan Penjual BBM Eceran dan Pangkalan Elpiji Langgar HET
Berita ini 1,252 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 10:39 WIB

LANA : Bandar Narkoba di Aceh Barat Seolah Tak Tersentuh Hukum

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pengibaran Simbol Politik di Tengah Bencana Mengganggu Fokus Kemanusiaan

Kamis, 1 Januari 2026 - 20:00 WIB

Kapolsek Pante Ceuremen Iptu Faisal Bersama Istri Maya Faisal Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Lawet

Sabtu, 20 Desember 2025 - 16:52 WIB

LANA Desak Gaji DPRK Aceh Barat Didonasikan untuk Korban Bencana Alam

Senin, 15 Desember 2025 - 16:30 WIB

Polres Aceh Barat Bantah Pembiaran Truk Kayu di Sungai Ma

Berita Terbaru

Aceh Utara

Kebakaran Hanguskan 6 Unit Ruko di Tanah Jambo Aye

Sabtu, 17 Jan 2026 - 18:00 WIB