Ketua PWM : Harlah NU ke-100 Jadi Momentum Perkuat Pendidikan dan Persatuan Bangsa

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A. Malik Musa, menilai peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 sebagai momentum strategis untuk memperkuat peran pendidikan dan nilai-nilai kebangsaan di Indonesia. Seni. 02/02/2026.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A. Malik Musa, menilai peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 sebagai momentum strategis untuk memperkuat peran pendidikan dan nilai-nilai kebangsaan di Indonesia. Seni. 02/02/2026.

Banda Aceh I Atjeh Terkini.id- Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A. Malik Musa, menilai peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 sebagai momentum strategis untuk memperkuat peran pendidikan dan nilai-nilai kebangsaan di Indonesia. Menurutnya, satu abad perjalanan NU merupakan kontribusi besar dalam menjaga moderasi beragama dan persatuan bangsa.

Malik Musa menyampaikan bahwa NU dan Muhammadiyah memiliki sejarah panjang dalam membangun peradaban Islam yang berkemajuan serta berakar kuat pada nilai kebangsaan. Ia menilai, di tengah tantangan global dan dinamika sosial saat ini, peran organisasi keagamaan semakin penting dalam menjaga harmoni, toleransi, dan stabilitas nasional.

Baca Juga :  Sosialisasi Anti Korupsi di Hadiri Bupati Aceh Singkil Titip Pesan Seluruh Kepsek

Dalam konteks pendidikan, Malik Musa menekankan perlunya kolaborasi yang lebih erat antarorganisasi Islam untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menyebut pendidikan sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan berwawasan kebangsaan.

Selain pendidikan, ia juga menyoroti pentingnya peran ormas Islam dalam isu-isu kemanusiaan dan sosial. Menurutnya, NU dan Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata, mulai dari penanggulangan bencana, pengentasan kemiskinan, hingga penguatan solidaritas sosial.

Baca Juga :  Tunjuk Fadhil Ilyas Sebagai Plt Dirut Bank Aceh, Muzakir Manaf: Kajeut Kerja Aju

Menutup pernyataannya, A. Malik Musa berharap NU di usia satu abad semakin kokoh dan adaptif menghadapi perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang telah menjadi jati dirinya. Ia menegaskan bahwa sinergi antarormas Islam adalah kunci untuk memperkuat persatuan dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih adil, damai, dan berkemajuan. (**).

Penulis : rilis

Editor : editot admin

Sumber Berita: mega

Berita Terkait

Wagub Aceh Meresmikan Diklat PPIH Kloter Embarkasi Aceh Tahun 1447 H/2026 M
Bupati Aceh Singkil Lantik 13 Imeum Mukim dan 27 Kepala Kampung
Walikota Langsa dan Ketua DPRK Perjuangkan Nasib Honorer yang Tidak Lulus PPPK
Sebelumnya Senin, Pelantikan PPPK Paruh Waktu Ditunda
Dapat Nilai “Kualitas Tinggi” dari Ombudsman RI, Begini Kata Walikota Langsa
Walikota Langsa Terima Penghargaan UHC Kategori Madya dari BPJS Kesehatan
Walikota Langsa akan Lantik 1.352 PPPK Paruh Waktu Senin Mendatang 
Pebruari 2026 OPD Dirampingkan, Begini Kata Walikota Langsa 
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 10:00 WIB

Ketua PWM : Harlah NU ke-100 Jadi Momentum Perkuat Pendidikan dan Persatuan Bangsa

Senin, 2 Februari 2026 - 08:57 WIB

Wagub Aceh Meresmikan Diklat PPIH Kloter Embarkasi Aceh Tahun 1447 H/2026 M

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:46 WIB

Bupati Aceh Singkil Lantik 13 Imeum Mukim dan 27 Kepala Kampung

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:23 WIB

Walikota Langsa dan Ketua DPRK Perjuangkan Nasib Honorer yang Tidak Lulus PPPK

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:44 WIB

Sebelumnya Senin, Pelantikan PPPK Paruh Waktu Ditunda

Berita Terbaru

Langsa

Bangunan Lapak PKL Pajak Langsa Dibongkar Paksa

Senin, 2 Feb 2026 - 10:22 WIB