Pidie Jaya | Atjeh Terkini.id – Relawan Islam Selamatkan Negeri (ISN) Banda Aceh menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus melakukan asesmen lapangan di wilayah terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini difokuskan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Meurah Dua dan Kecamatan Meureudu, dengan titik terparah berada di Gampong Dayah Husen serta kawasan Pante Beureune.
Banjir yang melanda kawasan tersebut menyisakan dampak serius bagi kehidupan warga. Berdasarkan pemantauan relawan ISN Banda Aceh, sejumlah rumah warga masih tertimbun lumpur tebal, bahkan di beberapa titik endapan lumpur mencapai ketinggian hingga 2,5 meter. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar rumah belum dapat dibersihkan secara menyeluruh dan belum layak huni.
“Di Gampong Dayah Husen, kerusakan cukup parah. Banyak rumah yang belum bisa ditempati kembali karena lumpur masih mengendap sangat tebal,” ujar salah satu relawan di lokasi.
Akses jalan menuju dan keluar gampong saat ini sudah mulai dapat dilalui, meskipun proses pemulihan masih berlangsung. Alat berat terlihat masih beroperasi untuk menimbun serta memperkuat daerah aliran sungai yang sebelumnya terkikis akibat terjangan banjir. Upaya ini dilakukan guna mencegah potensi bencana susulan.

Relawan juga mencatat masih terdapat beberapa keluarga yang terpaksa mengungsi di Kantor Desa karena kondisi rumah mereka belum memungkinkan untuk dihuni. Situasi ini menjadi perhatian utama dalam kegiatan asesmen yang dilakukan ISN.
Sebagai bentuk respons cepat, Relawan ISN Banda Aceh menyalurkan puluhan paket sembako yang berisi beras, minyak goreng dan kebutuhan pangan lainnya kepada warga terdampak di Gampong Dayah Husen. Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi langsung dengan Geuchik setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Ketua ISN Aceh, Ustadz Ferli, yang turut hadir menegaskan bahwa kehadiran relawan ISN tidak hanya sebatas menyalurkan bantuan awal, tetapi juga memastikan keberlanjutan pendampingan bagi masyarakat.
“Banjir ini tidak hanya merusak rumah, tetapi juga memukul sendi kehidupan warga. ISN hadir bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga memetakan kebutuhan agar langkah-langkah pemulihan ke depan benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” kata Ustadz Ferli saat ditemui di sela kegiatan.
Selain bantuan sembako, relawan ISN juga membagikan puluhan paket snack untuk anak-anak di dua lokasi, yakni Gampong Dayah Husen dan kawasan Pante Beureune. Kegiatan ini bertujuan memberikan dukungan moril serta menghadirkan suasana ceria bagi anak-anak yang turut terdampak bencana.
Pada saat yang sama, Relawan ISN Banda Aceh melakukan asesmen dan pemetaan kebutuhan masyarakat di Kecamatan Meurah Dua dan Kecamatan Meureudu. Asesmen ini menjadi dasar perencanaan program bantuan lanjutan, termasuk rencana pendirian posko bantuan serta penyusunan program kemanusiaan selama Ramadan mendatang.
ISN Aceh mengajak masyarakat luas dan para dermawan untuk turut berkontribusi membantu warga Pidie Jaya yang masih berjuang memulihkan kehidupan pasca banjir. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan pangan lanjutan, perlengkapan darurat, serta dukungan untuk proses pembersihan dan perbaikan rumah warga.
“Setiap bantuan, sekecil apa pun, sangat berarti bagi saudara-saudara kita. Ini bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga tentang solidaritas dan kepedulian,” tutup Ustadz Ferli.(**)
















