Bireuen I Atjeh terkini.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang melakukan proses verifikasi 26 ribu unit rumah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Bireuen.
Proses verifikasi ini melibatkan 200 verifikator yang berasal dari mahasiswa dan warga Bireuen, yang telah mendapat pelatihan sejak awal pekan ini, dan ditargetkan selesai dalam 5 hari.
Bencana hidrometeorologi telah menyebabkan kerusakan pada 26 ribu rumah di Bireuen, termasuk rumah yang rusak ringan, sedang, dan berat. BNPB, BPBD Bireuen, dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bekerja sama untuk menangani dampak bencana ini.
Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Doli Mardian, menjelaskan bahwa tim verifikasi telah mengikuti bimbingan teknis pada Senin, 19 Januari 2026. “Tim verifikasi sudah dua hari bekerja di lapangan,” kata Doli Mardian pada Kamis, 22 Januari 2026.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bireuen, Ir Fadli, S.T., mengatakan bahwa pihaknya sudah mengirimkan data hunian tetap terpusat kepada Kementerian PKP. “Data hunian tetap terpusat sudah kami kirim ke Kementerian PKP,” kata Ir Fadli.
Hasil verifikasi lapangan menunjukkan bahwa 26 ribu rumah terdampak bencana hidrometeorologi di Bireuen terdiri dari:
– Rumah rusak ringan: 10.000 unit
– Rumah rusak sedang: 8.000 unit
– Rumah rusak berat: 6.000 unit
– Rumah hilang: 2.000 unit
Dari 200 verifikator yang terlibat, akan dibagi menjadi beberapa tim untuk memverifikasi data per kepala keluarga. “Setiap tim akan memverifikasi data 5-10 kepala keluarga,” kata Doli Mardian.
BNPB akan membangun hunian tetap (Huntap) mandiri bagi korban yang rumahnya rusak berat atau hilang, sementara Kementerian PKP akan menangani 48 unit Huntap terpusat di Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli. (Mega).












