Etnis Rohingya, Problematika Masyarakat dan Pemerintah Aceh 

- Jurnalis

Rabu, 6 November 2024 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Etnis Rohingya yang mendarat di pesisir pantai Gampong Meunasah Hasan, Kecamatan Madat, Aceh Timur.

Etnis Rohingya yang mendarat di pesisir pantai Gampong Meunasah Hasan, Kecamatan Madat, Aceh Timur.

Kehadiran etnis Rohingya di Provinsi Aceh menjadi masalah sosial lainnya yang timbul di masyarakat. Diantaranya merepotkan penanganan, mulai dari masyarakat setempat yang wilayahnya menjadi tempat pendaratan, hingga merembet ke Pemerintah Aceh.

Beberapa tahun belakangan ini, daratan Aceh menjadi alternatif bagi etnis ini untuk mencari tempat perlindungan. Entah mengapa, faktanya mereka terus berdatangan, bak kata istilah “Datang tak di undang pergi tak pamit”.

Inilah fenomena yang terjadi. Pemerintah Aceh dan instansi terkait lainnya seperti belum siap dan mengambil sikap tegas menghadapi persoalan ini.

Disisi yang lain, etnis ini juga menjadi bagian dari bisnis sekelompok orang di luar sana. Mereka sengaja memasukkan Rohingya ke Aceh dengan mengambil keuntungan.

Seperti yang baru diungkapkan oleh aparat kepolisian Aceh Timur. Tiga pelaku, satu diantaranya WNA berhasil di tangkap. Bahkan ada pelaku lainnya di luar Aceh yang mengendalikannya.

Baca Juga :  13 Khasiat dan Manfaat Kosumsi Ubi Jalar

Apresiasi setinggi tingginya kepada aparat keamanan yang berhasil mengungkap kasus penyelundupan manusia. Ini menjadi salah satu hal penting, agar para pelaku mendapatkan efek jera dan menjadi contoh bagi lainnya diluar sana.

Gejolak sosial yang ditimbulkan juga beragam, diantaranya kabur dari tempat penampungan sementara. Menjadi hal pelik yang harus ditangani oleh pemerintah setempat. Belum lagi sikap dan perilaku mereka menambah rumitnya penanganan.

Diketahui kasus terbaru, etnis Rohingya yang mendarat di Gampong Meunasah Hasan, Kecamatan Madat beberapa hari lalu telah dipindahkan ke Gampong Seunebok Rawang, Kecamatan Peureulak Timur.

Namum dalam dua hari di tempat penampungan sementara sebanyak 29 orang telah kabur. “10 orang yang melarikan diri merupakan perempuan semua,” kata Kabid Politik dan Pemerintahan Kesbangpol Aceh Timur, Syamsul Bahri kepada wartawan, Rabu (6/11/2024) dan sebelumnya 19 orang juga melarikan diri pada Senin 4 November 2024 lalu.

Baca Juga :  Pernyataan Ketua DPR Aceh dapat Merusak Harmonisasi Antar Lembaga
Para pelaku penggelapan manusia etnis Rohingya berhasi di amankan oleh polisi.

Karena datangnya dadakan, Pemerintah Aceh termasuk masyarakat memang belum siap menangani masalah ini secara komprehensif. Lembaga kemanusiaan internasional juga terkesan abai dengan persoalan ini.

Padahal ini adalah kasus krisis kemanusiaan yang terjadi di daerah asalnya yang tak ada solusi dari pihak terkait yaitu Lembaga internasional yang menangani pengungsi United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) atau yang dikenal sebagai Badan Pengungsi PBB.

Krisis ini dimanfaatkan pihak tertentu untuk mendapatkan cuan, namun meresahkan puan dan tuan, masyarakat dan Pemerintah Aceh.

Dari sini kita dapat melihat peristiwa yang menjadi problematika di masyarakat akibat ulah penyelundupan manusia. Di laut nan luas disana, juga diperlukan penjagaan ketat agar orang asing dan hal hal lainnya tidak dapat masuk. Semoga. (Penulis: Redaksi)

Berita Terkait

Penyelewengan Dana Desa
Hutan dan Hujan
Aceh Kewalahan Tangani Banjir dan Longsor: Saatnya Kita Berfikir Lebih Dalam
Aceh Utara Bangkit dan Sejahtera Sebuah Cita-cita dan Do’a
Dr. Iswadi: Pendidikan adalah Kunci Transformasi dan Kemajuan Bangsa
Dua Dekade Damai Aceh, Keadilan yang Tertunda
Gerilyawan di Balik Meja Tenaga Ahli DPR RI dan Ancaman Senyap bagi Kepala Daerah Baru
Ada Apa Dengan Kota Langsa
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:04 WIB

Penyelewengan Dana Desa

Jumat, 2 Januari 2026 - 21:36 WIB

Hutan dan Hujan

Senin, 8 Desember 2025 - 09:38 WIB

Aceh Kewalahan Tangani Banjir dan Longsor: Saatnya Kita Berfikir Lebih Dalam

Kamis, 6 November 2025 - 09:43 WIB

Aceh Utara Bangkit dan Sejahtera Sebuah Cita-cita dan Do’a

Kamis, 9 Oktober 2025 - 09:30 WIB

Dr. Iswadi: Pendidikan adalah Kunci Transformasi dan Kemajuan Bangsa

Berita Terbaru

Persis menyalurkan bantuan peralatan sekolah kepada siswa terdampak banjir di Kabupaten Bireuen. Penyerahan bantuan dilakukan di Pendopo Bireuen, Senin (2/2/2026)

Bireuen

Persis Salurkan Bantuan Sekolah untuk Korban Banjir Bireuen

Selasa, 3 Feb 2026 - 09:07 WIB

Pendidikan

IAIN Langsa Sosialisasi PMB di Sumatera Utara

Senin, 2 Feb 2026 - 14:18 WIB