Banda Aceh I Atjeh Terkini.id- Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) Kota Banda Aceh menertibkan enam orang siswa Madrasah Aliyah yang kedapatan nongkrong di salah satu warung kopi di Gampong Bandar Baru, Kec. Kuta Alam, pada jam sekolah, Senin (2/2/2026)
Penertiban yang berlangsung pada jam 10.00 wib itu bermula dari patroli rutin yang dilakukan petugas. Keenam siswa yang diketahui berasal dari sekolah yang sama tersebut tampak masih mengenakan seragam lengkap saat ditemui di lokasi.
Ketika diinterogasi oleh petugas para pelajar tersebut tidak mampu memberikan alasan yang jelas maupun surat izin resmi terkait keberadaan mereka di luar lingkungan sekolah pada jam aktif belajar.
Komandan Kompi (Danki) 1 WH, Fadli M. Nur, S.HI, SQ, yang memimpin langsung operasi penertiban tersebut, menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya menekan angka bolos sekolah di kalangan remaja. Tidak hanya itu Fadli juga menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat mangkal siswa bolos sekolah.
“Kami telah mengantongi data-data warung kopi maupun tempat lainnya yang kerap dijadikan lokasi nongkrong oleh siswa yang bolos sekolah. Tempat-tempat tersebut kini menjadi lokasi prioritas pengawasan Satpol PP WH Banda Aceh,” tegas Fadli.
Setelah mendapatkan pembinaan singkat di lokasi, para siswa tersebut langsung diantar oleh petugas ke sekolah mereka. Langkah ini diambil agar pihak sekolah dapat memberikan penanganan lebih lanjut sesuai dengan aturan yang berlaku.
Sementara itu, Kasatpol PP WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, S.STP, M.Si memberikan imbauan khusus bagi pemilik usaha agar tidak mengizinkan siswa-siswi untuk nongkrong ditempat usaha mereka saat jam sekolah.
“Kami mengimbau para pemilik usaha untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan ketertiban umum. Jika melihat siswa yang ingin nongkrong saat jam sekolah, mohon untuk tidak diizinkan atau diarahkan kembali ke sekolah masing-masing. Jangan sampai tempat usaha Anda menjadi sarana bagi siswa untuk bolos sekolah,” pesan Rizal (**)















