Banda Aceh I Atjeh Terkini.id- Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A. Malik Musa, menilai peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 sebagai momentum strategis untuk memperkuat peran pendidikan dan nilai-nilai kebangsaan di Indonesia. Menurutnya, satu abad perjalanan NU merupakan kontribusi besar dalam menjaga moderasi beragama dan persatuan bangsa.
Malik Musa menyampaikan bahwa NU dan Muhammadiyah memiliki sejarah panjang dalam membangun peradaban Islam yang berkemajuan serta berakar kuat pada nilai kebangsaan. Ia menilai, di tengah tantangan global dan dinamika sosial saat ini, peran organisasi keagamaan semakin penting dalam menjaga harmoni, toleransi, dan stabilitas nasional.
Dalam konteks pendidikan, Malik Musa menekankan perlunya kolaborasi yang lebih erat antarorganisasi Islam untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menyebut pendidikan sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan berwawasan kebangsaan.
Selain pendidikan, ia juga menyoroti pentingnya peran ormas Islam dalam isu-isu kemanusiaan dan sosial. Menurutnya, NU dan Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata, mulai dari penanggulangan bencana, pengentasan kemiskinan, hingga penguatan solidaritas sosial.
Menutup pernyataannya, A. Malik Musa berharap NU di usia satu abad semakin kokoh dan adaptif menghadapi perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang telah menjadi jati dirinya. Ia menegaskan bahwa sinergi antarormas Islam adalah kunci untuk memperkuat persatuan dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih adil, damai, dan berkemajuan. (**).
Penulis : rilis
Editor : editot admin
Sumber Berita: mega















