Banda Aceh| Atjeh Terkini.id – Pemerintah Aceh melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Aceh memastikan upaya maksimal terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan gas elpiji (LPG) di tengah gangguan distribusi yang melanda sejumlah wilayah.
Meski pasokan sempat tersendat, pemerintah daerah menegaskan distribusi LPG berada dalam kondisi terkendali dan terus dipercepat agar kebutuhan rumah tangga serta pelaku usaha tetap terpenuhi.
Dalam beberapa hari terakhir, kelangkaan LPG dirasakan langsung oleh masyarakat. Sejumlah ibu rumah tangga terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak, sementara pelaku usaha kuliner memilih mengurangi jam operasional hingga menutup sementara usaha mereka. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terganggunya aktivitas ekonomi lokal, terutama sektor usaha mikro dan kecil.

Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik, menjelaskan bahwa secara umum penyaluran LPG dari agen ke pangkalan masih berjalan normal. Namun, hambatan distribusi terjadi di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah akibat faktor geografis serta keterbatasan infrastruktur.
“Untuk dua wilayah tersebut, suplai LPG terus kami upayakan melalui jalur udara menggunakan pesawat atau helikopter, terutama untuk mendukung kebutuhan dapur umum,” ujar Taufik melalui pesan WhatsApp, Selasa (16/12/25).
Sementara itu, pasca putusnya Jembatan Kutablang di Kabupaten Bireuen, distribusi LPG ke wilayah Aceh bagian Utara dan Barat terpaksa dialihkan melalui jalur laut. Saat ini, dua kapal dioperasikan secara bolak-balik untuk mengangkut skid tank LPG dari Pelabuhan Lhokseumawe menuju Pelabuhan Ulee Lheue dan Malahayati.
Upaya tersebut diperkuat dengan penambahan armada laut oleh PT Pertamina Patra Niaga Aceh.
“Saat ini total ada tiga kapal yang mengangkut LPG dari Krueng Geukuh ke Malahayati dan Ulee Lheue. Langkah ini dilakukan agar pasokan segera pulih dan kondisi cepat stabil,” tambah Taufik.
Pemerintah Aceh juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. ESDM Aceh menegaskan kondisi ini bersifat darurat, namun berada dalam penanganan intensif lintas sektor.
Di tengah keterbatasan, masyarakat Aceh kembali menunjukkan ketangguhannya. Asap dapur kayu bakar mungkin menghadirkan nostalgia masa lalu, namun harapan warga tetap sederhana: distribusi LPG segera normal. Kearifan lokal boleh lestari, tetapi efisiensi energi modern tetap menjadi kebutuhan utama kehidupan sehari-hari.















