Waspada Penipuan Berkedok Donasi “Salah Transfer”, GEN-A Imbau Publik Tetap Teliti

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh | Atjeh Terkini.id – Di tengah suasana tanggap darurat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, berbagai lembaga kemanusiaan tengah bekerja keras menggalang bantuan untuk memenuhi kebutuhan penyintas. Di saat yang sama, tingginya antusiasme masyarakat untuk berdonasi ternyata dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mencoba melakukan penipuan berkedok donasi.

Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) hari ini mengeluarkan imbauan resmi setelah menemukan adanya modus penipuan “salah transfer” yang mengarah pada upaya pemerasan. Modus ini terungkap ketika seorang individu menghubungi tim GEN-A dan mengaku telah mengirimkan donasi sebesar Rp500.000, disertai bukti transfer yang belakangan diketahui palsu dan mencurigakan.

Dalam laporan tim, bukti transfer tersebut menampilkan logo bank yang buram, serta adanya NPWP pada bagian penerima, sebuah format yang tidak lazim muncul dalam tampilan transfer perbankan. Tak lama kemudian, pelaku menyatakan terjadi kelebihan transfer Rp300.000 dan meminta agar GEN-A segera mentransferkan kembali selisih tersebut. Pelaku bahkan mendesak agar pengembalian uang dilakukan saat itu juga tanpa menunggu verifikasi.

“Alhamdulillah, tim tidak tergesa-gesa merespons. Kami langsung melakukan pengecekan mutasi rekening, dan tidak ada dana masuk seperti yang diklaim pelaku,” ujar Imam Maulana, Direktur Eksekutif GEN-A, Rabu. Menurutnya, kehati-hatian dan prosedur pengecekan berlapis menjadi kunci mencegah kerugian di tengah meningkatnya arus donasi.

Baca Juga :  PWI Aceh Bagikan 180 Tumpukan Daging Kurban dari TDV Turki Lewat Asar Humanity

*Modus yang Mulai Sering Muncul*

Modus “salah transfer” dengan bukti transfer palsu semakin sering digunakan untuk menipu lembaga sosial, komunitas penggalang dana, hingga individu yang sedang membuka donasi. Pelaku biasanya mengandalkan bukti transfer editan sebagai alat untuk mengaburkan korban, sebelum meminta “pengembalian dana” dengan berbagai alasan: nominal berlebih, salah rekening, atau salah input angka.

Para pelaku memanfaatkan rasa empati dan kesibukan para relawan agar korban terburu-buru melakukan transfer tanpa verifikasi mendalam.

*Imbauan dan Langkah Pencegahan*

GEN-A mengajak masyarakat, organisasi sosial, dan pengelola donasi untuk meningkatkan kewaspadaan. Berikut sejumlah langkah pencegahan yang sangat dianjurkan:

*1. Selalu cek mutasi rekening sebelum memproses permintaan apa pun.*

Bukti transfer yang dikirim melalui pesan pribadi sangat mudah dipalsukan dan tidak dapat dijadikan acuan valid.

*2. Perhatikan detail bukti transfer.*

Logo buram, tulisan yang tidak seragam, atau informasi yang tidak lazim—seperti NPWP penerima—merupakan indikasi kuat adanya manipulasi.

*3. Jangan pernah mentransfer uang kembali tanpa konfirmasi berlapis.*

Dalam kasus salah transfer yang benar-benar terjadi, bank memiliki prosedur resmi yang dapat ditelusuri, bukan melalui desakan individu.

Baca Juga :  New Zealand Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Ekonomi di Banda Aceh

*4. Waspadai komunikasi yang mendesak*

Permintaan agar uang segera dikembalikan adalah pola umum penipuan untuk membuat korban panik.

*5. Pastikan selalu menggunakan kanal resmi donasi*

GEN-A hanya menerima dan memverifikasi donasi melalui nomor rekening resmi yang dipublikasikan di kanal komunikasi yang sah.

*Teruslah Berhati-hati*

GEN-A menegaskan bahwa kegiatan donasi dilakukan secara transparan dan hanya melalui jalur resmi. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa di tengah kepedulian masyarakat yang tinggi untuk membantu penyintas bencana, pelaku kejahatan digital turut memanfaatkan situasi tersebut. Melalui kewaspadaan dan verifikasi yang benar, berbagai modus penipuan dapat dicegah sejak awal.

GEN-A juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi mendalam kepada seluruh donatur dan relawan yang terus bekerja di lapangan maupun di balik layar. Di tengah kondisi darurat di Sumatera, semangat solidaritas masyarakat terbukti tidak padam.

“Kami berharap para relawan tetap kuat, tetap waspada, dan terus menjaga semangat kemanusiaan,” ujar tim GEN-A. “Semoga saudara-saudara kita di Sumatera diberi ketabahan dan wilayah terdampak dapat segera pulih.”

GEN-A mengajak publik untuk terus berhati-hati, tetap teliti dalam setiap transaksi, dan memastikan bantuan sampai kepada pihak yang benar-benar membutuhkan.(**)

Berita Terkait

Kasus Dana Desa, Masyarakat Resmi Suratin Keuchik Ke Inspetorat Banda Aceh
Tim Tabur Kejari Aceh Berhasil Menangkap DPO
PWI Aceh Utara dan Lhokseumawe Siap Gelar Konferensi 2- 3 Februari 2026
PWI Aceh Kirim 8 Wartawan Retret di Pusdikat Kemhan Bogor
Kala Dessy Maulidha Semangati Belajar-Bermain Murid PAUD Salsabila
Illiza Lanjutkan Kerja Sama Siter City Banda Aceh-Higashimatsushima
Jejak Penyebab Bencana Hidrometeorologi Menurut Pemerhati Lingkungan Hidup 
Audiensi Pengurus PWI Aceh, BPMA Siap Bekerjasama untuk Peningkatan Kapasitas Wartawan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 14:13 WIB

Kasus Dana Desa, Masyarakat Resmi Suratin Keuchik Ke Inspetorat Banda Aceh

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:45 WIB

Tim Tabur Kejari Aceh Berhasil Menangkap DPO

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:37 WIB

PWI Aceh Utara dan Lhokseumawe Siap Gelar Konferensi 2- 3 Februari 2026

Minggu, 25 Januari 2026 - 00:39 WIB

PWI Aceh Kirim 8 Wartawan Retret di Pusdikat Kemhan Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:22 WIB

Kala Dessy Maulidha Semangati Belajar-Bermain Murid PAUD Salsabila

Berita Terbaru

Pendidikan

IAIN Langsa Sosialisasi PMB di Sumatera Utara

Senin, 2 Feb 2026 - 14:18 WIB

Aceh Selatan

Pimpinan BAS Tapaktuan Pastikan Pelayanan Bermutu Kepada Nasabah

Senin, 2 Feb 2026 - 13:49 WIB

Langsa

Bangunan Lapak PKL Pajak Langsa Dibongkar Paksa

Senin, 2 Feb 2026 - 10:22 WIB