Kantor Keuchik dan Rumah Warga Gampong Jambak Aceh Barat Hilang di Hantam Banjir

- Jurnalis

Sabtu, 29 November 2025 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

warga gampong jambak, Pante Cermin mencai sisa barang rumah yang tersisa di bawah runtuhan bangunan. Jumat 28/11/2025.

warga gampong jambak, Pante Cermin mencai sisa barang rumah yang tersisa di bawah runtuhan bangunan. Jumat 28/11/2025.

ACEH BARAT I Atjeh Terkini.id – Pasca banjir besar sejak hari rabu dan kamis melanda sejumlah gampong Se-Kecamatan Pante Ceureumen Aceh Barat membuat sejumlah rumah warga ambruk di hantam banjir sejak Kamis – Jumat 28/11/2025.

Salah satunya yang terparah adalah Gampong Jambak selaian kehancuran rumah warga juga kehilangan harta benda sebagian kini masih mencari sisa barang-barang yang hilang dalam puing-puing yang ada. Sementara sebagian lainnya bertahan di dataran tinggi khawatir banjir susulan akan tiba

Tampak satu unit bangunan rumah warga runtuh di hantam banjir.

Demikian juga kondisi kantor Keuchik gampong Jambak, sekolah, serta sejumlah rumah warga  lainnyan hilang di hantam banjir oleh arus deras turun dari perbukitan, antara lain termasuk termasuk usaha sarang walet milik Tgk Adaman hancur total.

Keuchik gampong Jambak, Lainaidi, mengisahkan tentang musibah yang melanda bangunan dan rumah warga nyaris tidak menyisakan apa pun. “Sejumlah Dokumen tak sempat di selamatkan hanyut di bawa banjir,” ujar singkat.

Hilangnya kantor desa membuat administrasi pemerintahan lumpuh sementara. Pelayanan publik seperti pengurusan surat, bantuan sosial, dan koordinasi tanggap darurat terpaksa dilakukan secara darurat di rumah warga Sekolah Runtuh, Proses Belajar Mengajar Terhenti buku-buku hanyut, dan peralatan belajar hilang terseret ke sungai.

Baca Juga :  Rapa'i Tuha Warisan Budaya Kesenian Leluhur, Perlu Dilestarikan 

“Kami bingung harus belajar dimana nanti Sekolah rusak berat, tidak bisa dipakai sama sekali,” ujar salah seorang guru.

Musibah banjir kali ini sangat parah bahkan sejumlah fasilitas umum merusak parah dan roboh terbentur oleh kayu bawaan banjir dan sebagian yang lain hilang diterseret arus deras.

Sebagaimana diketahui segian warga yang kehilangan rumah bertahan mengungsi kedataran tinggi bertahan dengan peralatan apa adanya sambari menanti bantuan dari pemerintah.

Tidak hanya itu selain kehingan tempat tinggal sejumlah infrastuktur rusak parah Listrik dan Internet Masih Mati, Akses Komunikasi Terbatas sampai hari ini. Tentunya imbas daripada musibah sampai sekarang ini membuat proses pelaporan, pendataan, dan koordinasi bantuan menjadi terhambat.

Untuk hindari gelab gulita warga gampong jambak hanya bisa mengandalkan alat komunikasi seadanya dan sambungan listrik darurat dari genset kecil.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Barat Sediakan 52 Ekor Hewan untuk Masyarakat

Sebagian besar warga memilih bertahan di pengungsian darurat di dataran tinggi karena kondisi desa belum sepenuhnya aman.

 Hujan yang masih turun sesekali membuat mereka waspada terhadap potensi banjir susulan, Anak-anak, perempuan, dan lansia berkumpul di pos-pos kecil yang dibuat warga secara swadaya. Bantuan logistik masih minim dan belum merata.

Lainaidi salah seorang warga setempat berharap kepada Pemerintah kabupaten Aceh barat segerakan bantuan secepatnya untuk pemulihan yang sekara ini fasilitas umum, terutama Kantor Gampong (Kagam) dan sekolah.

“Kami sangat berharap bantuan segera turun. Kondisi warga berat, banyak yang kehilangan rumah dan tempat usaha,” katanya.

Masih kata Lainaidi. Sejak pasca banjir dua hari yang lalu  hingga Jumat malam, pendataan masih terus dilakukan dan jumlah kerusakan diperkirakan akan bertambah seiring terkumpulnya informasi dari lapangan. Demikan pungkasnya. (TATAM).

Berita Terkait

Bupati Aceh Barat Buka PKU ke-XVI MPU Tahun 2026
Siang-Malam Dikebut, TNI Kerja Tanpa Henti Kejar Target KDMP di Aceh Barat
Hari Buruh: Wangsa Sebut Aceh Barat Darurat Perlindungan Pekerja
Diskusi Santai Eksekutif-Legislatif, Bahas Isu Strategis dan Kondisi Fiskal Aceh Barat
Rakornis Perpustakaan dan Kearsipan se-Aceh Digelar di Meulaboh
Ketimpangan TKD di Aceh Barat, WANGSA: Evaluasi Total TAPA atau Pemekaran Wilayah
Disebut Tak Terdampak Bencana, Warga Aceh Barat Berang : Rumah Hilang, Jembatan Ambruk dan Sekolah Hanyut
Pasang Plang Klaim Sepihak, Lahan Hutan Krueng Meulaboh Dibabat untuk Tanam Sawit
Berita ini 147 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:00 WIB

Bupati Aceh Barat Buka PKU ke-XVI MPU Tahun 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:46 WIB

Siang-Malam Dikebut, TNI Kerja Tanpa Henti Kejar Target KDMP di Aceh Barat

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:17 WIB

Hari Buruh: Wangsa Sebut Aceh Barat Darurat Perlindungan Pekerja

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:48 WIB

Diskusi Santai Eksekutif-Legislatif, Bahas Isu Strategis dan Kondisi Fiskal Aceh Barat

Rabu, 22 April 2026 - 11:03 WIB

Rakornis Perpustakaan dan Kearsipan se-Aceh Digelar di Meulaboh

Berita Terbaru

Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M, menghadiri kegiatan Pengukuhan Pengurus Majelis Adat Aceh Masa Bhakti 2026–2031

Pemerintahan

Kapolda Aceh Hadiri Pengukuhan Pengurus MAA Masa Bhakti 2026–2031

Minggu, 10 Mei 2026 - 01:32 WIB