Alat Berat, Pupus Asa Penambang Rakyat

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tambang Tradisional Rakyat

Tambang Tradisional Rakyat

Aceh Barat | Atjeh Terkini.id – Wajah kusam berbalut hijab kumal bertopi lebar itu, tiba – tiba dadanya terasa sesak sembari menangis terisak. Harapannya mencari nafkah untuk keluarga pupus sudah.

Pasca instruksi Gubernur Aceh agar mengeluarkan alat berat dari kawasan tambang ilegal. Selama ini ratusan warga pedalaman Aceh Barat mengantungkan kehidupan mereka dari tambang tambang itu.

Namun kini, Mardiati dan ratusan warga lainnya hanya bisa pasrah dan berserah diri kepada Allah SWT. Tempat mengantungkan harapan demi mencari rezeki bagi keluarga, selama bertahun tahun tak lagi diperkenankan dikelola.

Baca Juga :  Bupati Aceh Barat Buka LKS SMK Tingkat Provinsi Aceh Ke-XXXIII

Apa mau dikata, Mardiati hanya rakyat jelata yang tak punya kuasa. Ia tak kuasa menahan air mata, tak ada tempat untuk bekerja mencari nafkah keluarga.

Meski dengan riak kecil, kumpulan emak – emak itu mencoba bersuara menuntut agar pemerintah tidak hanya menertibkan tambang, tapi juga memberi solusi nyata agar rakyat kecil tidak kehilangan sumber mata pencarian.

Baca Juga :  Anggaran MTQ Rp1,5 M Terbuka untuk Umum, Kadis Syariat Islam: Silakan Cek ke Kantor

“Kalau tambang ini ditutup, kami tidak sanggup lagi bekerja manual. Dengan adanya tambang, janda-janda dan fakir miskin bisa bertahan hidup. Kami butuh biaya anak sekolah dan kuliah. Tolong, jangan sampai tambang ini ditutup begitu saja,” katengan mata berkaca-kaca, Kamis (2/10/25).

Warga disana, berharap pemerintah Aceh segera mencari solusi. Namun bagi masyarakat pedalaman, janji legalisasi dan penataan tambang masih terasa jauh. Yang mereka hadapi hari ini adalah ketakutan kehilangan sumber kehidupan.(**)

Berita Terkait

LANA : Bandar Narkoba di Aceh Barat Seolah Tak Tersentuh Hukum
Pengibaran Simbol Politik di Tengah Bencana Mengganggu Fokus Kemanusiaan
Kapolsek Pante Ceuremen Iptu Faisal Bersama Istri Maya Faisal Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Lawet
LANA Desak Gaji DPRK Aceh Barat Didonasikan untuk Korban Bencana Alam
Polres Aceh Barat Bantah Pembiaran Truk Kayu di Sungai Ma
Usai Salurkan Bantuan, PEMA UTU : Kerusakan Ekologis Aceh Barat Tak Bisa Diabaikan
Akibat Banjir Gampong Sikundo Pante Ceureumen Aceh Barat Terisolasi 
Polres Aceh Barat Tertibkan Penjual BBM Eceran dan Pangkalan Elpiji Langgar HET
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 10:39 WIB

LANA : Bandar Narkoba di Aceh Barat Seolah Tak Tersentuh Hukum

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pengibaran Simbol Politik di Tengah Bencana Mengganggu Fokus Kemanusiaan

Kamis, 1 Januari 2026 - 20:00 WIB

Kapolsek Pante Ceuremen Iptu Faisal Bersama Istri Maya Faisal Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Lawet

Sabtu, 20 Desember 2025 - 16:52 WIB

LANA Desak Gaji DPRK Aceh Barat Didonasikan untuk Korban Bencana Alam

Senin, 15 Desember 2025 - 16:30 WIB

Polres Aceh Barat Bantah Pembiaran Truk Kayu di Sungai Ma

Berita Terbaru

Pemerintahan

Plt Kadis Pendidikan Dayah Aceh Andriansyah Kembali Jabat Kabid SDM

Minggu, 18 Jan 2026 - 01:04 WIB