Bangun Masa Depan Generasi Milenial, Dispusip Aceh Utara Gelar Festival Literasi

- Jurnalis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara | Atjeh Terkini.id – Kini sering terdengar kata literasi. Literasi adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, merefleksikan, dan terlibat dengan teks tertulis untuk mencapai tujuan, mengembangkan pengetahuan dan potensi diri, serta berpartisipasi dalam masyarakat. Cerdas berliterasi juga dapat membangun masa depan generasi milenial. Karenanya,

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Aceh Utara kembali menggelar Festival Literasi Sekolah yang berlangsung pada tanggal 19 dan 20 Agustus 2025, di Dispusip setempat.

Perhelatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Aceh Utara, Ir. Saifullah pada Selasa (19/08/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Saifullah mengatakan, Festival Literasi 2025 ini sebagai ruang pertemuan ide, gagasan serta kreativitas.

“Di sini dapat menjadi wadah bagi anak-anak, remaja, guru hingga masyarakat umum dapat saling berbagi inspirasi, menemukan semangat baru dan tentu saja memperkuat budaya membaca dan menulis,” ujarnya.

Lanjutnya, tentu kita berharap, festival literasi 2025 ini akan lahir generasi yang bukan hanya cakap membaca buku, tetapi juga mampu membaca tanda zaman dan merespon tantangan kehidupan dengan pengetahuan dan kearifan.

“Festival Literasi tahun 2025 ini, diikuti oleh para pelajar bukan hanya sekedar seremonial, tetapi menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat membaca, menulis, berdiskusi, serta memperkuat budaya berpikir kritis,” tambah Saifullah.

Baca Juga :  Aceh Utara Kembali Raih WTP dari BPK RI, Ayah Wa: Terimakasih Kepada Semuanya

Kadis Dispusip juga menyampaikan, anak-anak, remaja, pendidik, penulis bahkan masyarakat luas dapat bertemu saling bertukar gagasan dan menularkan inspirasi. Literasi adalah jembatan menuju kemajuan bangsa yang kuat, cerdas dan berdaya saing.

“Festival literasi dapat menjadi sebuah wadah gemar membaca, menulis dan berkarya hingga masyarakat secara umum. Tanpa literasi, kita akan kesulitan mengikuti perubahan zaman di era digital, dimana informasi begitu mudah didapat. Namun justru disinilah tantangan literasi semakin besar,” tandasnya.

Untuk itu, ia menekankan, tidak hanya dituntut mampu membaca, tetapi juga mampu memilah, memahami, dan menggunakan informasi dengan bijak. Literasi Digital, Literasi Sains, Literasi Budaya, semuanya menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki oleh generasi kita.

“Festival ini akan lahir semangat baru menumbuhkan kecintaan terhadap buku, melahirkan penulis-penulis muda dan semangat untuk menjadikan Literasi sebagai gerakan bersama yang tidak pernah berhenti, karena literasi bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pemerintah, melainkan tanggung jawab kita semua, baik keluarga, masyarakat maupun seluruh lapisan bangsa,” tegasnya.

Sementara Ketua Panitia, Muhammad Taufieq, SE., M.SE mengatakan, Festival Literasi yang digelar dapat meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat. Tidak hanya itu, dirinya berharap bahwa Festival Literasi dapat menjadi sebuah wadah titik temu bagi semua komunitas, pegiat literasi, hingga masyarakat secara umum.

Baca Juga :  Keluarga Besar Kemenag Aceh Utara Gelar Peusijuek Petugas dan Calon Haji

Ia menjelaskan, diselenggarakannya Festival ini sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan minat baca dan budaya literasi di tengah masyarakat. “Kegiatan ini melibatkan 170 siswa-siswi terdiri dari Lomba Pidato Bahasa Inggris 50 peserta, Lomba Mewarnai 50 peserta, Lomba Menggambar 50 Peserta, Lomba Baca Puisi 50 Peserta hingga lomba Bertutur /Mendongeng sebanyak 20 peserta,” sebutnya.

Tujuan Festival Literasi ini, dapat menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi (bakat) lebih kreatif, inovatif dan berdaya saing. Festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pengembangan budaya dan kehidupan masyarakat, kata Muhammad Taufieq yang juga Sekretaris Dispusip Aceh Utara.

Kini sering terdengar kata literasi. Literasi adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, merefleksikan, dan terlibat dengan teks tertulis untuk mencapai tujuan, mengembangkan pengetahuan dan potensi diri, serta berpartisipasi dalam masyarakat. Cerdas berliterasi juga dapat membangun masa depan generasi milenial. (H.Yos)

Berita Terkait

Polres Lhokseumawe Gelar Baktikes untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Lancok
Excavator Polri Gencarkan Pembersihan Material Pascabanjir di Langkahan
Kebakaran Hanguskan 6 Unit Ruko di Tanah Jambo Aye
Dalam Rangkain PMI, Yusuf Kalla Sebutkan Mualem Adalah Arsitek Perdamaian Aceh
Diselimuti Duka Pasca Banjir, Peringatan Isra’ Mi’raj Berlangsung Khidmat
Kunjungan Ayahwa ke Sarah Raja Diwarnai Isak Tangis Warga
Mualem Tinjau Pengungsi Sawang, Puluhan KK Masih Huni Tenda Darurat
Dusun Bidari Desa Lubok Pusaka Mulai Terang dengan Panel Surya 1300 Watt
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 22:27 WIB

Polres Lhokseumawe Gelar Baktikes untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Lancok

Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:50 WIB

Excavator Polri Gencarkan Pembersihan Material Pascabanjir di Langkahan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:36 WIB

Dalam Rangkain PMI, Yusuf Kalla Sebutkan Mualem Adalah Arsitek Perdamaian Aceh

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:59 WIB

Diselimuti Duka Pasca Banjir, Peringatan Isra’ Mi’raj Berlangsung Khidmat

Rabu, 14 Januari 2026 - 23:33 WIB

Kunjungan Ayahwa ke Sarah Raja Diwarnai Isak Tangis Warga

Berita Terbaru

Pemerintahan

Plt Kadis Pendidikan Dayah Aceh Andriansyah Kembali Jabat Kabid SDM

Minggu, 18 Jan 2026 - 01:04 WIB