Pidato Mualem Saat Buka Diskusi Sambut Hari Perdamaian Aceh “Aceh Harus Damai”

- Jurnalis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh | Atjeh Terkini.id -Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menghadiri sekaligus membuka Diskusi Internasional dalam rangka memperingati 20 tahun perdamaian Aceh. Kegiatan tersebut digelar di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Kamis (14/8/2025).

Diskusi bertajuk “20 Years of Helsinski MoU: Successes and Challenges” tersebut dihadiri oleh Wali Nanggroe Aceh, perwakilan Crisis Management Initiative (CMI), Ketua Badan Reintegrasi Aceh, para Duta besar, bupati/wali kota, serta kalangan akademisi dan aktivis pegiat sejarah perdamaian.

Dalam sambutannya, Mualem menyampaikan bahwa dua Dekade Perdamaian ini merupakan bukti keberhasilan Aceh dalam penyelesaian konflik yang bermartabat.

Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan momen untuk memperkuat komitmen bersama dalam memelihara warisan damai.

“Hari ini kita berkumpul dalam suasana persaudaraan pada momen peringatan dua dekade perdamaian Aceh. Ini adalah proses yang harus terus dijaga. Mari kita teguhkan tekad untuk menjaga warisan damai ini, bukan hanya untuk dua dekade, tetapi selamanya,” ujar Mualem.

Baca Juga :  Jaga Kebersihan, DLH Pangkas Pohon Menjuntai di Jln. Jend. A.Yani Kota Langsa

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Reintegrasi Aceh, Jamaluddin, S.H., M.Kn., menyatakan bahwa diskusi ini bertujuan untuk memahami makna 20 tahun perdamaian Aceh sekaligus menyusun rekomendasi bagi Pemerintah Pusat dalam perumusan kebijakan.

 Ia menyoroti pentingnya penyelesaian konflik yang tidak hanya menciptakan perdamaian, namun juga bersifat menyeluruh dan berkelanjutan.

“Hasil dari diskusi publik hari ini akan diserahkan kepada Pemerintah Pusat sebagai referensi dalam penyusunan kebijakan terkait perdamaian Aceh yang menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  Serahkan Proposal Pembangunan ke Menteri PUPR, Ayah Wa Penuh Harapan Kemajuan Aceh Utara

Sementara itu, perwakilan Crisis Management Initiative (CMI), Minna Kukkonen Kalender, menilai perdamaian Aceh merupakan hasil dari tekad dan keinginan kuat untuk menciptakan perdamaian yang bermartabat.

Ia menambahkan, perdamaian ini bukanlah pencapaian para elit politik saja, namun juga capaian para perempuan dan anak muda di masyarakatnya. Ia menegaskan, CMI akan terus mendukung upaya menjaga perdamaian yang berkelanjutan di Aceh.

“Kami sebagai teman masyarakat Aceh, siap mendukung dan hadir untuk perdamaian Aceh yang berkelanjutan. Saya yakin anak muda di Aceh tidak hanya memiliki kenangan tentang masa lalu, tapi juga semangat untuk membangun masa depan Aceh yang lebih baik,” ucapnya.(**).

 

berita ini sudah perbarui 30%

SUMBER

 

Berita Terkait

Plt Kadis Pendidikan Dayah Aceh Andriansyah Kembali Jabat Kabid SDM
Pendataan UMKM, Begini Kata Plt Kadis Perindagkop dan UKM Kota Langsa
Disdukcapil Imbau Remaja Usia 17 Tahun Segera Rekam KTP
Sekda Langsa: Evaluasi Draft APBK 2026 Hal Biasa Bagian dari Proses
Dinsos Aceh Gelar Dzikir dan Doa Bersama untuk Korban Bencana Alam
Pemulihan Pasca Bencana, Sejumlah Menteri Tinjau Lokasi dan Serahkan Bantuan di Langsa
Ketiga Kali Gubernur Aceh Muzakir Manaf Perpanjang Status Darurat Bencana Aceh
Pergub Disabilitas Aceh Disusun, Dinsos Dorong Kebijakan Inklusif dan Implementatif
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:18 WIB

Pendataan UMKM, Begini Kata Plt Kadis Perindagkop dan UKM Kota Langsa

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:22 WIB

Disdukcapil Imbau Remaja Usia 17 Tahun Segera Rekam KTP

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:38 WIB

Sekda Langsa: Evaluasi Draft APBK 2026 Hal Biasa Bagian dari Proses

Senin, 12 Januari 2026 - 19:41 WIB

Dinsos Aceh Gelar Dzikir dan Doa Bersama untuk Korban Bencana Alam

Jumat, 9 Januari 2026 - 16:59 WIB

Pemulihan Pasca Bencana, Sejumlah Menteri Tinjau Lokasi dan Serahkan Bantuan di Langsa

Berita Terbaru