Wisuda 334 Sarjana, Begini Pesan Ketua STAI Aceh Tamiang

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua STAI Aceh Tamiang Dr. Rizki Maulana, S.Sos, SH, MSP, MH.,saat mewisuda sarjana

Ketua STAI Aceh Tamiang Dr. Rizki Maulana, S.Sos, SH, MSP, MH.,saat mewisuda sarjana

Langsa | Atjeh Terkini. id – Sebanyak 334 sarjana Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Aceh Tamiang di wisuda di gedung Virta Tirta Gampong PB.Tengoh, Kecamatan Langsa Barat, Sabtu (11/4/2026).

Mengusung tema “Penguatan Daya Saing Lulusan Berbasis Kompetisi dan Karakter Islam Menuju Indonesia Maju”, sidang senat terbuka Wisuda Sarjana Strata Satu angkatan ke XV tahun 2026 itu, dihadiri oleh ribuan pengunjung, baik dari keluarga wisudawan dan wisudawati serta tamu undangan dari instansi terkait.

Sidang senat terbuka dipimpin langsung oleh Ketua STAI Aceh Tamiang Dr. Rizki Maulana, S.Sos, SH, MSP, MH. Dalam pidatonya, Dr Rizki mengucapkan selamat kepada para mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti sidang senat terbuka yang diwisuda menjadi sarjana di STAI Aceh Tamiang.

Ia juga, menyoroti para sarjana STAI Aceh Tamiang harus mampu menjawab tantangan zaman dan fondasi karakter Islami.

Menurutnya, realisanya jelas di depan mata, jika dulu sebuah proyek atau pekerjaan melibatkan ribuan tenaga manusia, kini cukup dikerjakan oleh puluhan bahkan ratusan orang saja. Ini adalah kondisi yang sangat realistis.

“Lantas, bagaimana kita menjawab tantangan ini? Kompetensi, skill, dan keterampilan yang mumpuni sudah menjadi sebuah keharusan mutlak yang harus dimiliki. Belum lagi kita bicara tentang Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, serta teknologi yang berkembang begitu pesat. Kita sering kali tidak mampu mengimbangi, bahkan justru terjebak dalam sikap yang hanya konsumtif,” ujar Rizki.

Baca Juga :  Berkah Bulan Suci, 3.411 Guru dan Tendik PPPK-PW Terima SK

Lanjutnya, ini adalah realitas yang harus kita jawab. Namun, sebagai institusi keagamaan Islam, kita memiliki posisi yang kuat. Semua lembaga keilmuan ini harus berdiri kokoh, tidak tergoyahkan, dan tidak terganggu oleh arus yang hanya mengutamakan teknologi semata.

Mengapa? Karena sepintar apapun teknologi, sehebat apa pun AI, ia tidak akan pernah memiliki karakter.

Maka, hari ini tawaran Islam sangatlah jelas. Kita harus menawarkan Karakter Islami sebagai fondasi utama dalam menjawab tantangan peradaban ini. Bagaimana kita meraih karakter yang baik dan benar? Jawabannya satu: kita mesti menjadikan agama sebagai dasar dan fondasi pembentukan karakter tersebut.

Kita tidak perlu melihat fenomena sesaat baik dalam hukum, ekonomi, maupun sosial. Ketika seseorang keluar dari jalur karakter yang benar, maka integritasnya akan dipertanyakan. Karakter inilah yang menjadi komitmen kita untuk mampu menjawab segala perkembangan zaman.

Sehingga, kita tetap berada pada koridor yang tepat, berada pada alurnya. Bapak Ibu sekalian, sebagai bagian dari institusi dan lembaga, kita harus tetap berada pada jalurnya. Tidak perlu keluar koridor, tidak perlu out of track, atau melanggar aturan main.

Baca Juga :  Plt Bupati Wisuda 94 Mahasiswa Politeknik Aceh Selatan, 23 Meraih Cumlaude

Oleh karena itu, tawaran pendidikan Islam hari ini haruslah menghasilkan insan yang Intelektualitas, Kompetitif, dan Berkarakter Islamiah.

“Hal inilah yang harus kami sampaikan. Sehingga, lulusan dan putra-putri bangsa yang berbasis agama Islam, dengan modal intelektualitas dan daya saing yang tinggi, juga memiliki karakter yang kuat. Sehingga integritasnya terjamin, dan menjadi komitmen diri dalam berinteraksi di masyarakat,” tutup Dr Rizki.

Sementara itu Wakil Ketua Yayasan Islam Aceh, Prof Muzakkir Samidan juga mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang diwisuda pada hari ini.

“Selamat atas para mahasiswa yang telah di wisuda pada, hari ini, semoga menjadi kebanggaan bagi orang tua dan mampu menerapkan ilmunya di dalam dunia kerja masing masing, ” kata Prof Muzakkir.

Ia juga menyebut bahwa hukum merupakan fenomena sosial, dimana hukum tidak hanya difahami sebagai aturan normatif melainkan dinamika yang berkembang di tengah kehidupan masyarakat.

Selain itu, Prof Muzakkir menyampaikan pesan berupa nasihat kepada para sarjana agar selalu menjunjung tinggi nilai – nilai keilmuan yang telah di dapat, bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada, manusia namun juga kepada Allah SWT.

Sidang tersebut selain para sarjana, dihadiri Kopertais wilayah V Aceh Dr. Bustami Abubakar, M.Hum, Sekretaris Kopertis serta para tamu undangan baru berbagai instansi terkait. (**)

Berita Terkait

Program “Samapta Sahabat Pelajar” Berlanjut, Kini di SMAN 1 Paya Bakong
Disdik dan Cabdin Aceh Barat Diminta Larang Pungutan Seragam Sekolah 
Kasus Dana Raib di Bank Muamalat, MUQ Langsa Tegaskan Terus Cari Kepastian Hukum 
KKMI Aceh Utara Gelar Perpisahan Kamad Purna Tugas
Raih Lektor Kepala, Begini Kata Ketua STAI Aceh Tamiang 
Pascasarjana IAIN Langsa Matangkan Visi Keilmuan dan Kurikulum Program Doktor Studi Islam
Polres Aceh Utara Perkenalkan Program Samapta Sahabat Pelajar, Ini Tujuannya
Daryl Muhammad Lolos Seleksi Paskibraka Provinsi Aceh, Kepala MAS Al-Muslimun Apresiasi
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:38 WIB

Program “Samapta Sahabat Pelajar” Berlanjut, Kini di SMAN 1 Paya Bakong

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:26 WIB

Disdik dan Cabdin Aceh Barat Diminta Larang Pungutan Seragam Sekolah 

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:35 WIB

Kasus Dana Raib di Bank Muamalat, MUQ Langsa Tegaskan Terus Cari Kepastian Hukum 

Senin, 18 Mei 2026 - 22:02 WIB

KKMI Aceh Utara Gelar Perpisahan Kamad Purna Tugas

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:50 WIB

Raih Lektor Kepala, Begini Kata Ketua STAI Aceh Tamiang 

Berita Terbaru