PT Mifa Laporkan Bupati, Pemuda : Ini Perang Terbuka, Kami Tidak Akan Diam

- Jurnalis

Minggu, 29 Juni 2025 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meulaboh | AtjehTerkini.id – Langkah gegabah PT Mifa Bersaudara melaporkan Bupati Aceh Barat ke kepolisian telah membakar amarah rakyat.

Pemuda dan masyarakat Kecamatan Pante Ceureumen menyatakan bahwa tindakan ini adalah bentuk agresi terang-terangan terhadap kehormatan daerah. Mereka menyebut pelaporan tersebut sebagai deklarasi perang terhadap rakyat Aceh Barat.

Tokoh pemuda Pante Ceureumen, M. Idrus, mengecam dengan keras dan lantang. Menurutnya, PT Mifa bukan hanya melecehkan kepala daerah, tapi secara sadar telah menyerang kedaulatan rakyat.

“Kami tak buta. Kami tahu siapa yang bermain di balik layar. Tapi melaporkan bupati kami ke polisi? Itu garis merah! PT Mifa sedang bermain api, dan kami akan padamkan dengan gelombang perlawanan!,” tegas M. Idrus, Minggu (29/6/2025).

Baca Juga :  Tokoh Pemuda Aceh Barat Soroti Pengangguran Meningkat Dampak PT.SIR Tutup

Ia menyebut bahwa selama ini masyarakat telah bersabar menyaksikan manuver-manuver perusahaan tambang tersebut yang dinilai sering bersikap arogan terhadap kebijakan pemerintah daerah. Namun laporan pidana terhadap Bupati dianggap sebagai bentuk penindasan korporasi terhadap pemimpin sah hasil pilihan rakyat.

“Ini bukan konflik pribadi. Ini serangan terhadap kehormatan tanah kami. Jika PT Mifa merasa berkuasa karena uang dan koneksi, mereka akan segera sadar bahwa yang paling berkuasa adalah rakyat!,” ujarnya tajam.

Pemuda dan masyarakat Pante Ceureumen memperingatkan bahwa rakyat Aceh Barat tidak akan diam jika harga diri mereka diinjak-injak. Mereka menyerukan agar seluruh elemen masyarakat bersatu, menyatakan sikap, dan siap melakukan perlawanan terbuka.

“Bupati kami bukan boneka. Ia berdiri membela tanah ini, dan kami akan berdiri membelanya sampai akhir. Jangan salahkan kami jika ribuan orang turun ke jalan. Kalau perlu, kami blokade seluruh akses ke tambang PT Mifa!,” seru M. Idrus dengan penuh semangat.

Baca Juga :  BPBD Aceh Barat Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Aliran Sungai Krueng Meureubo

Ia menutup pernyataannya dengan ultimatum, Cabut laporan, atau tanggung konsekuensinya.

“Kalian pikir rakyat ini bisa dibungkam dengan tekanan hukum? Salah besar! Ini tanah kami, ini pemimpin kami, dan ini perlawanan kami. Kalau PT Mifa masih punya akal sehat, tarik laporan kalian sebelum semuanya terlambat!”

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Mifa belum memberikan keterangan resmi, meski kecaman publik terus meluas dan gelombang solidaritas dari berbagai kecamatan mulai bermunculan.(TTM)

Berita Terkait

LANA : Bandar Narkoba di Aceh Barat Seolah Tak Tersentuh Hukum
Pengibaran Simbol Politik di Tengah Bencana Mengganggu Fokus Kemanusiaan
Kapolsek Pante Ceuremen Iptu Faisal Bersama Istri Maya Faisal Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Lawet
LANA Desak Gaji DPRK Aceh Barat Didonasikan untuk Korban Bencana Alam
Polres Aceh Barat Bantah Pembiaran Truk Kayu di Sungai Ma
Usai Salurkan Bantuan, PEMA UTU : Kerusakan Ekologis Aceh Barat Tak Bisa Diabaikan
Akibat Banjir Gampong Sikundo Pante Ceureumen Aceh Barat Terisolasi 
Polres Aceh Barat Tertibkan Penjual BBM Eceran dan Pangkalan Elpiji Langgar HET
Berita ini 396 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 10:39 WIB

LANA : Bandar Narkoba di Aceh Barat Seolah Tak Tersentuh Hukum

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pengibaran Simbol Politik di Tengah Bencana Mengganggu Fokus Kemanusiaan

Kamis, 1 Januari 2026 - 20:00 WIB

Kapolsek Pante Ceuremen Iptu Faisal Bersama Istri Maya Faisal Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Lawet

Sabtu, 20 Desember 2025 - 16:52 WIB

LANA Desak Gaji DPRK Aceh Barat Didonasikan untuk Korban Bencana Alam

Senin, 15 Desember 2025 - 16:30 WIB

Polres Aceh Barat Bantah Pembiaran Truk Kayu di Sungai Ma

Berita Terbaru

Pemerintahan

Plt Kadis Pendidikan Dayah Aceh Andriansyah Kembali Jabat Kabid SDM

Minggu, 18 Jan 2026 - 01:04 WIB