Proyek WTP RSUD Rp 1,43 M DOKA 2022, Diduga Terindikasi Kolusi 

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa | Atjeh Terkini.id – Diduga pengerjaan revitalisasi Water Treatment Plant (WTP) RSUD Kota Langsa senilai Rp 1,43 miliar dari dana DOKA T.A. 2022 menunjukkan pola penyimpangan yang sistematis sejak tahap perencanaan, proses tender, hingga pelaksanaan fisik.

Terdapat indikasi kolusi antara PPK/PA, PPTK, kontraktor pelaksana (CV. Alwy Perdana), konsultan perencana, dan konsultan pengawas untuk memenangkan pihak tertentu melalui rekayasa penawaran LPSE.

Fakta diatas memperlihatkan adanya pelanggaran terhadap UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi dan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, khususnya Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 12B terkait gratifikasi dan kerugian keuangan negara.

Baca Juga :  HUT Kejaksaan RI ke - 80 dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini ke - 25, Kejari Bersama Pemko Langsa Gelar Pasar Murah

Modus yang muncul mencerminkan indikasi kuat tindak pidana korupsi terstruktur yang tidak hanya berpotensi merugikan negara tetapi juga mengancam pelayanan air bersih di fasilitas kesehatan publik.

RSUD Langsa

Apabila tidak segera ditangani secara hukum dan administratif, proyek WTP RSUD Kota Langsa berpotensi menjadi kasus korupsi dengan kerugian negara yang signifikan, mengingat peralatan dan infrastruktur tidak berfungsi sejak 2023.

Akibatnya, dalam jangka pendek, RSUD Kota Langsa akan terus mengalami defisit suplai air bersih yang dapat mengganggu pelayanan kesehatan. Dalam jangka menengah, terbuka peluang munculnya konflik kepentingan dan praktik serupa pada proyek DOKA berikutnya di RSUD Kota Langsa.

Baca Juga :  70 Perempuan Ikut Sosialisasi Pemahaman Etika dan Budaya Berpolitik

Terpisah, Plt Direktur RSUD Langsa Dr.Erizal yang di konfirmasi Atjeh Terkini.id, Selasa (3/2/2026) terkait hal tersebut mengatakan dirinya baru menjabat.

“Saya tidak mengetahui hal tersebut karena baru menjabat Plt Dirut RSUD Langsa dan tidak ada laporan dari pihak terkait,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini tidak diketahui sama sekali dan mengaku kaget saat di hubungi wartawan terkait hal ini.

“Sebelumnya tidak mengetahui sama sekali, informasi ini saya baru diketahui melalui karena abang telpon,” ujarnya lagi.(**)

Berita Terkait

Gelaran Keyboard Ditertibkan, Kasatpol-PP Bantah Kampanye Geuchik
Walikota Langsa Tinjau Langsung Pasar Murah Jelang Idul Adha 1447 H
Rumah Warga Dibobol Maling, Gasak Lima Mayam dan Uang Rp 10 Juta
Banjir Rob Genangi Pemukiman Warga, Petani Tambak Merugi
KDMP Geudubang Jawa di Langsa Diresmikan Presiden Prabowo Subianto 
Data Jadup Tahap II Selesai, Kadis Sosial: Tinggal Menunggu dari Pusat 
Perumda Tirta Keumuneng Launching Aplikasi My Tirta Keumuneng Gelar Diklat Capacity Building
CFD, Ribuan Masyarakat Padati Lapangan Merdeka Langsa 
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:55 WIB

Gelaran Keyboard Ditertibkan, Kasatpol-PP Bantah Kampanye Geuchik

Senin, 18 Mei 2026 - 14:54 WIB

Walikota Langsa Tinjau Langsung Pasar Murah Jelang Idul Adha 1447 H

Senin, 18 Mei 2026 - 09:58 WIB

Rumah Warga Dibobol Maling, Gasak Lima Mayam dan Uang Rp 10 Juta

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:55 WIB

Banjir Rob Genangi Pemukiman Warga, Petani Tambak Merugi

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:30 WIB

KDMP Geudubang Jawa di Langsa Diresmikan Presiden Prabowo Subianto 

Berita Terbaru

TNI-POLRI

Polres Langsa Berhasil Ungkap Kasus 3 Kg Sabu

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:17 WIB

Pemerintahan

Pemko Langsa Jalin Kerjasama dengan LPP- RRI Lhokseumawe

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:27 WIB