Persoalan Sampah Yang Tak Kunjung Usai II Dab Baitul Mal Effects

- Jurnalis

Minggu, 29 September 2024 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh | Atjeh Terkini – Selain alternative jalur lain menuju Gampong Jawa. Persoalan pengelolaan sampah berikutnya adalah Armada yang dimiliki pemko Banda Aceh belum modern. Sehingga sampah bisa beterbangan saat diangkut, berbeda jika halnya Pemko Banda Aceh mengganti seluruh armada dengan armada sampah berteknologi tinggi.

Aktifitas angkut dan bongkar sampah tentu tidak perlu lagi ke Gampong Jawa, melainkan langsung ke TPA Blang Bintang. Namun persoalannya tidak sampai disitu, TPA Blang Bintang sempat di tolak oleh masyarakat setempat karena masih banyaknya persoalan yang belum ditepati seperti membayar kompensasi kepada penduduk dan membangun klinik kesehatan.

Selain itu pengelolaan sampah di TPA Kampung Jawa juga masih terkendala akibat minimnya peralatan berat seperti Beko. Rencananya Kampung Jawa tetap dipertahankan untuk mengelola sebagian sampah yang akan diubah menjadi pupuk.

Baca Juga :  Serahkan Proposal Pembangunan ke Menteri PUPR, Ayah Wa Penuh Harapan Kemajuan Aceh Utara

Selain itu Politisi Partai Nanggroe Aceh (PNA) yang didirikan oleh Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tersebut mengungkapkan sejumlah alasan pentingnya meningkatkan PAD dan memilih Walikota kedepan yang akan memimpin Banda Aceh sosok yang handal mencari uang di luar APBK, DAU dan Otsus.

“ seperti misalnya di Gampong, sudah ditetapkan anggaran tahun ini adalah 1,7 Milyar maka kepala desa hanya mampu menghabiskan tanpa memutar uang tersebut menjadi lebih banyak”, ujarnya.

Aceh yang didukung oleh Qanun Baitul Mal No. 10 tahun 2018 seharusnya bisa menjadi Lembaga kepercayaan Masyarakat dalam menyalurkan Zakat Mal. Selain berdiri sendiri Baitul Mal perlu meningkatkan jumlah Zakat atau modal usaha yang diberikan tentunya setelah melakukan pembinaan. Menurutnya angka 2-3 Juta tidak dapat secara start up membangun usaha.

Baca Juga :  Wagub Fadhlullah Sebutkan Purna Praja IPDN Angkatan 32 Harapan Masa Depan Aceh  

Paling tidak angkanya 15-20 Juta tentunya setelah melalui proses penilian kelayakan. Pihak Gampong harus mendampingi untuk mendorong senif zakat agar lebih produktif. Targetnya adalah mandiri dan dikawal penuh sambal terus dibina.

Husaini, SH kembali maju dalam pemilihan legislative Kota Banda Aceh dari Daerah pemilihan nomor 5 mencakup Kecamatan Kuta Raja dan Meuraxa, selama 5 tahun dikursi parlemen telah mengajarkannya banyak hal. Dalam lubuk hatinya tentu ia berharap masih bisa melanjutkan pembangunan Banda Aceh lewat kursi DPRKB. (**).

Berita Terkait

Pendataan UMKM, Begini Kata Plt Kadis Perindagkop dan UKM Kota Langsa
Disdukcapil Imbau Remaja Usia 17 Tahun Segera Rekam KTP
Sekda Langsa: Evaluasi Draft APBK 2026 Hal Biasa Bagian dari Proses
Dinsos Aceh Gelar Dzikir dan Doa Bersama untuk Korban Bencana Alam
Pemulihan Pasca Bencana, Sejumlah Menteri Tinjau Lokasi dan Serahkan Bantuan di Langsa
Ketiga Kali Gubernur Aceh Muzakir Manaf Perpanjang Status Darurat Bencana Aceh
Pergub Disabilitas Aceh Disusun, Dinsos Dorong Kebijakan Inklusif dan Implementatif
Masriadi Pastikan Adminduk Korban Kebakaran di Respon Cepat
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:18 WIB

Pendataan UMKM, Begini Kata Plt Kadis Perindagkop dan UKM Kota Langsa

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:22 WIB

Disdukcapil Imbau Remaja Usia 17 Tahun Segera Rekam KTP

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:38 WIB

Sekda Langsa: Evaluasi Draft APBK 2026 Hal Biasa Bagian dari Proses

Senin, 12 Januari 2026 - 19:41 WIB

Dinsos Aceh Gelar Dzikir dan Doa Bersama untuk Korban Bencana Alam

Jumat, 9 Januari 2026 - 16:59 WIB

Pemulihan Pasca Bencana, Sejumlah Menteri Tinjau Lokasi dan Serahkan Bantuan di Langsa

Berita Terbaru

Aceh Utara

Kebakaran Hanguskan 6 Unit Ruko di Tanah Jambo Aye

Sabtu, 17 Jan 2026 - 18:00 WIB