Pengibaran Simbol Politik di Tengah Bencana Mengganggu Fokus Kemanusiaan

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Barat | Atjeh Terkini.id – Pengibaran simbol politik di tengah situasi bencana di Aceh dinilai berpotensi mengganggu fokus utama penanganan kemanusiaan. Mahasiswa S2 Magister Administrasi Publik Universitas Malikussaleh, Sofyan, S.Sos, menegaskan bahwa bencana seharusnya menjadi ruang netral yang bebas dari kepentingan simbolik dan politik identitas.

“Dalam kondisi darurat, yang dibutuhkan masyarakat adalah kehadiran negara dan solidaritas sosial, bukan simbol politik yang memicu ketegangan baru,” ujar Sofyan, Sabtu (3/1/2026).

Menurut Sofyan, Aceh memiliki sejarah konflik yang panjang, sehingga setiap simbol politik tertentu memiliki dampak psikologis dan sosial yang sensitif. Ia menilai kemunculan kembali simbol tersebut di tengah bencana justru berisiko mengalihkan perhatian publik dari penderitaan korban.

“Aceh pascaperdamaian memang tidak sepenuhnya lepas dari residu konflik, tetapi membawa simbol itu ke ruang kemanusiaan adalah langkah yang tidak rasional dan tidak berpihak pada korban,” katanya.

Baca Juga :  Abrasi Sungai Kluet Ancam 60 Hektare Sawah di Kluet Utara

Ia menjelaskan, kelompok-kelompok yang masih mengusung narasi etno-nasionalisme saat ini berada dalam kondisi terfragmentasi dan tidak memiliki konsolidasi politik yang jelas. Karena itu, menurut dia, aksi simbolik semacam ini sulit dibaca sebagai gerakan politik yang terorganisir.

“Kalau benar ini perjuangan rakyat, waktunya sangat keliru. Bencana bukan panggung politik, melainkan ruang empati dan kerja kemanusiaan,” ujar Sofyan.

Sofyan menilai penggunaan simbol politik dalam situasi krisis lebih tepat dipahami sebagai bagian dari politik ketegangan. Simbol, kata dia, bekerja cepat memancing respons keamanan dan menghidupkan kembali stigma lama terhadap Aceh sebagai daerah rawan.

“Yang dirugikan jelas masyarakat sipil Aceh. Stigma lama muncul kembali, ruang demokrasi menyempit, dan pendekatan keamanan mendapatkan pembenaran,” katanya.

Baca Juga :  Sikapi Gugatan PT Menara Kembar Abadi, Bupati Tegaskan Belum Dapat Terbitkan Rekomendasi 

Ia menegaskan, korban bencana tidak memperoleh manfaat apa pun dari pengibaran simbol tersebut. Sebaliknya, agenda pemulihan justru terancam tergeser oleh narasi politik dan keamanan.

“Aceh hari ini tidak kekurangan simbol, tetapi kekurangan agenda substantif. Yang dibutuhkan warga adalah pemulihan ekonomi, tata kelola bencana yang adil, dan jaminan hidup layak,” ujar Sofyan.

Menurut dia, selama politik simbol terus dimainkan tanpa arah yang jelas, Aceh akan terus berada dalam lingkaran ketegangan yang berulang. “Ini bukan membawa Aceh lebih dekat pada keadilan, tetapi justru mempertahankannya dalam bayang-bayang konflik,” katanya.

Sofyan menegaskan bahwa bencana seharusnya menjadi momentum memperkuat solidaritas, bukan membuka kembali luka sejarah. “Kemanusiaan harus ditempatkan di atas simbol dan kepentingan politik apa pun,” ujarnya.(**)

Berita Terkait

Kapolsek Pante Ceuremen Iptu Faisal Bersama Istri Maya Faisal Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Lawet
LANA Desak Gaji DPRK Aceh Barat Didonasikan untuk Korban Bencana Alam
Polres Aceh Barat Bantah Pembiaran Truk Kayu di Sungai Ma
Usai Salurkan Bantuan, PEMA UTU : Kerusakan Ekologis Aceh Barat Tak Bisa Diabaikan
Akibat Banjir Gampong Sikundo Pante Ceureumen Aceh Barat Terisolasi 
Polres Aceh Barat Tertibkan Penjual BBM Eceran dan Pangkalan Elpiji Langgar HET
Bupati Aceh Barat Terima Bantuan Kemanusiaan dari Abdya
Koneksi Putus di Tengah Banjir, Aceh Barat Pasang Starlink di 15 Titik
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pengibaran Simbol Politik di Tengah Bencana Mengganggu Fokus Kemanusiaan

Kamis, 1 Januari 2026 - 20:00 WIB

Kapolsek Pante Ceuremen Iptu Faisal Bersama Istri Maya Faisal Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Lawet

Sabtu, 20 Desember 2025 - 16:52 WIB

LANA Desak Gaji DPRK Aceh Barat Didonasikan untuk Korban Bencana Alam

Senin, 15 Desember 2025 - 16:30 WIB

Polres Aceh Barat Bantah Pembiaran Truk Kayu di Sungai Ma

Senin, 15 Desember 2025 - 10:32 WIB

Usai Salurkan Bantuan, PEMA UTU : Kerusakan Ekologis Aceh Barat Tak Bisa Diabaikan

Berita Terbaru

Plt. Direktur RSUD Langsa, r Erizal, SKM, M.Kes. Foto/ist.

Kesehatan

Walikota Tunjuk Erizal sebagai Direktur RSUD Langsa

Senin, 5 Jan 2026 - 19:44 WIB