Pengesehan APBK di “Skors”, Dugaan Sarat Kepentingan Elit Pemerintah

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Singkil | Atjeh Terkini.id — Rapat paripurna pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil terpaksa di-skors setelah menuai sorotan tajam dari sejumlah pihak.

Skorsing ini diduga kuat dipicu oleh adanya muatan kepentingan pemerintah daerah dalam struktur anggaran yang dinilai tidak berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Sejumlah item dalam APBK menjadi perhatian serius, di antaranya anggaran rehabilitasi pendopo serta pengadaan mobil dinas yang mencapai kurang lebih Rp 2,6 miliar.

Di tengah kondisi masyarakat yang masih bergelut dengan persoalan pasca-banjir dan kebutuhan dasar yang belum sepenuhnya tertangani, alokasi tersebut dinilai tidak memiliki urgensi.

Pemerhati daerah, Budi Harjo,, Kamis (9/4/2026), menyampaikan kritik keras terhadap kondisi tersebut. Ia menilai pemerintah daerah terkesan tidak memiliki sensitivitas terhadap penderitaan masyarakat.

Baca Juga :  Jalan Menuju Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Muhabbah di Desa Takal Pasir Diperbaiki 

“Ini sangat memprihatinkan. Di saat masyarakat masih kesulitan, terutama pasca-banjir, pemerintah justru sibuk mengakomodasi kepentingan internal seperti rehabilitasi pendopo dan pengadaan mobil dinas,” ujarnya.

Anggaran Rp 2,6 miliar lebih kurang itu bukan angka kecil, dan seharusnya bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak bagi rakyat.

Lebih lanjut, ia juga mendesak DPRK Aceh Singkil agar tidak serta-merta menyetujui APBK tanpa kajian kritis.

“DPRK jangan hanya menjadi stempel. Harus ada keberanian untuk menolak atau merevisi pos anggaran yang jelas-jelas tidak berpihak kepada masyarakat. Kalau ini dipaksakan, maka wajar jika publik menilai ada kepentingan tertentu yang bermain,” tambahnya.

Baca Juga :  Heboh, Seorang Pria Ditemukan Gantung Diri Desa Rimo  

Situasi ini memicu ketegangan dalam forum sidang hingga akhirnya pimpinan rapat memutuskan untuk menskors jalannya paripurna.

Sejumlah anggota DPRK juga disebut meminta adanya peninjauan ulang terhadap pos-pos anggaran yang dianggap tidak rasional.

Masyarakat kini menanti sikap tegas dari DPRK untuk benar-benar menjalankan fungsi pengawasan dan memastikan APBK disusun secara transparan, adil, dan berpihak pada kepentingan publik.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah akan semakin tergerus, tutup Budi Harjo. (Aiyub Bancin)

Berita Terkait

Satgas PPA: Sebut Administrasi PT Nafasindo Bobrok, Karyawan Ditindas
Kepala SMPN 1 Singkil Utara Sambut Silaturahmi LSM dan Jurnalis
Johar Terpilih sebagai Ketua BPKAMP Desa Labuhan Kera Aceh Singkil 
SPSI Bersama Masyarakat Aceh Singkil Gelar Aksi di Halaman Kantor Bupati
Budi Harjo Desak Penegak Hukum Usut Tuntas PT Ensem Lestari
HUT Aceh Singkil ke 27, Wagub Aceh : Pengesahan APBK Aceh Singkil Terlambat se – Indonesia
SWI Minta Pemerintah Daerah Dukung Usaha Kecil dan Ekonomi Kreatif, di HUT ke 27.
Warga Meradang, Oknum ASN Kantor Camat Gunung Meriah Aceh Singkil Sebut Warga Penerima Jadup “Orang Hutan”
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:09 WIB

Satgas PPA: Sebut Administrasi PT Nafasindo Bobrok, Karyawan Ditindas

Senin, 18 Mei 2026 - 14:27 WIB

Kepala SMPN 1 Singkil Utara Sambut Silaturahmi LSM dan Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 21:50 WIB

Johar Terpilih sebagai Ketua BPKAMP Desa Labuhan Kera Aceh Singkil 

Senin, 4 Mei 2026 - 19:25 WIB

SPSI Bersama Masyarakat Aceh Singkil Gelar Aksi di Halaman Kantor Bupati

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:52 WIB

Budi Harjo Desak Penegak Hukum Usut Tuntas PT Ensem Lestari

Berita Terbaru