Kisah Haru dari Gubuk Sederhana : Ti Hasanah Korban Banjir Harap Bantuan dan Seragam Sekolah Anaknya

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara | Atjeh Terkini.id – Di tengah kondisi hidup yang serba terbatas pasca bencana banjir, Ti Hasanah, warga Dusun Maju, Gampong Buket Jrat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, masih berjuang bertahan bersama keluarganya di tempat tinggal yang jauh dari kata layak.

Perempuan yang juga salah seorang warga terdampak banjir itu kini hanya bisa menaruh harapan kepada pemerintah, para dermawan, dan pihak-pihak terkait agar dapat membantu meringankan beban hidup keluarganya. Bukan rumah permanen, melainkan gubuk sederhana yang kini menjadi tempat berteduh Ti Hasanah dan keluarganya setelah terdampak musibah.

Di tengah himpitan ekonomi dan kondisi yang belum pulih, ia mengaku sangat membutuhkan bantuan kebutuhan pokok serta seragam sekolah untuk anaknya agar tetap bisa bersekolah seperti anak-anak lainnya.

Baca Juga :  Polres Lhokseumawe Kerahkan 300 Personil, Amankan Malam Takbiran

“Kami sangat berharap adanya bantuan, apalagi untuk anak sekolah. Seragam pun belum ada. Kami ingin anak tetap bisa sekolah,” ujar Ti Hasanah dengan nada lirih.

Kondisi yang dialami Ti Hasanah menggambarkan betapa beratnya kehidupan sebagian warga korban banjir di wilayah tersebut. Saat sebagian masyarakat mulai berusaha bangkit, masih ada keluarga-keluarga yang hidup dalam keterbatasan, bahkan harus tinggal di tempat seadanya.

Selain persoalan tempat tinggal, kebutuhan dasar sehari-hari juga menjadi beban yang terus menghantui. Bantuan yang dibutuhkan bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk memastikan masa depan anak-anak mereka tidak ikut tenggelam bersama musibah yang melanda.

Baca Juga :  Haru Warnai Pelantikan 8.094 PPPK Paruh Waktu, Aceh Utara Pecah Rekor Nasional

Warga berharap, perhatian dari pemerintah tidak berhenti hanya pada pendataan semata, melainkan benar-benar diwujudkan dalam bentuk bantuan nyata, terutama bagi keluarga yang hingga kini masih hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Kisah Ti Hasanah menjadi potret kecil dari luka besar yang masih dirasakan korban banjir di Aceh Utara. Di balik gubuk sederhana itu, tersimpan harapan besar agar ada uluran tangan yang datang—bukan sekadar janji, melainkan kepedulian yang benar-benar hadir. (H.Yos)

Berita Terkait

Komunitas Bhayangkara Petro Scooter Binaan Kapolres Lhokseumawe Gelar Baksos dan Silaturahmi
Penegakan Qanun Syari’at Islam, Polwan Polres Lhokseumawe dan Satpol PP/WH Aceh Utara Gelar Patroli
Perkuat Silaturahmi dengan Ulama, Kapolres Lhokseumawe Serahkan Bantuan kepada Abu Keutapang
Dua Kecamatan di Aceh Utara Kembali Terendam Banjir, Warga Diimbau Waspada
Disaksikan Wabup Aceh Utara, Ketua PW IPHI Aceh Lantik Pengurus PD IPHI Aceh Utara
IPSM Aceh Utara Desak Normalisasi Sungai di Aceh Menjadi Kewenangan Pemerintah Pusat
Diduga Korsleting Listrik, Warkop sekaligus Rumah di Seunuddon Hangus Terbakar
Aksi Damai Karyawan PTPN IV Regional VI Kondusif, Polisi Lakukan Pendekatan Persuasif dan Humanis
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:50 WIB

Komunitas Bhayangkara Petro Scooter Binaan Kapolres Lhokseumawe Gelar Baksos dan Silaturahmi

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:26 WIB

Penegakan Qanun Syari’at Islam, Polwan Polres Lhokseumawe dan Satpol PP/WH Aceh Utara Gelar Patroli

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:15 WIB

Perkuat Silaturahmi dengan Ulama, Kapolres Lhokseumawe Serahkan Bantuan kepada Abu Keutapang

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:59 WIB

Dua Kecamatan di Aceh Utara Kembali Terendam Banjir, Warga Diimbau Waspada

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:24 WIB

Disaksikan Wabup Aceh Utara, Ketua PW IPHI Aceh Lantik Pengurus PD IPHI Aceh Utara

Berita Terbaru