“Pemerintah Daerah untuk mendorong lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif melalui program Lanjut Usia Berdaya (SIDAYA)”
Calang I Atjeh Terkini.Id-Kemendukbangga/BKKBN melalui Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Aceh sebelumnya wisudakan Lansia Aceh besar kali kembali mengulang sukses, 177 siswa sekolah lansia Standar 1 (S1) di wisudakan bertempat di aula DPMPKB Kabupaten Aceh Jaya.
Turut hadir unsur kepimpinan daerah yaitu Bupati Aceh Jaya, Forkopimda, Ketua DPRK, Ketua TP PKK Aceh Jaya, serta para camat, tokoh masyarakat, fasilitator Sekolah Lansia, kader desa, dan keluarga wisudawan/wisudawati.

Rangkaian acara terlaksana sesuai konsep dan rundown, mulai pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga penyerahan penghargaan bagi wisudawan tertua, para tokoh, serta pemangku kepentingan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap keberlangsungan Sekolah Lansia di daerah.
Sekolah Lansia di Kabupaten Aceh Jaya dilaksanakan sejak Agustus 2025 dan berakhir pada Desember 2025, dengan rangkaian 12 kali pertemuan yang mengusung kurikulum 7 dimensi lansia tangguh: spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial, vokasional, dan lingkungan.
Sementara itu, jumlah peserta yang diwisuda sebanyak 177 orang, berasal dari 9 kecamatan di Kabupaten Aceh Jaya. Setiap kecamatan memiliki satu Sekolah Lansia yang digerakkan oleh pelaksana dan penggerak kegiatan PKB/PLKB setempat. Rincian jumlah peserta per kecamatan adalah sebagai berikut:
1. Teunom : 24 orang
2. Krueng Sabee : 24 orang
3. Setia Bakti : 19 orang
4. Sampoi Niet : 23 orang
5. Jaya : 23 orang
6. Panga : 23 orang
7. Indra Jaya : 25 orang
8. Darul Hikmah : 6 orang
9. Pasie Raya : 10 orang
Dari total 177 peserta wisuda, yang paling menyentuh perhatian adalah Siti Hajar, berusia 90 tahun, simbol semangat bahwa belajar tidak mengenal usia.
“Wisuda hari ini bukan sekadar seremoni, ini bukti nyata komitmen bersama mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat,” ujar Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Aceh dalam sambutannya, menggambarkan bahwa Sekolah Lansia adalah wadah pembelajaran sepanjang hayat yang memperkuat kualitas hidup lansia dari aspek kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual.
*Modal Sosial Aceh Jaya sebagai Kekuatan*
Dalam sambutannya, Safrina Salim, SKM., M.Kes., juga mengapresiasi struktur sosial gampong di Aceh Jaya: peran keuchik, tuha peut, imum mukim, budaya gotong royong dan musyawarah, yang menjadi modal sosial kuat untuk keberhasilan program ini. Safrina berharap para wisudawan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dan meneruskan pembelajaran ke jenjang Standar 2 (S2) dan Standar 3 (S3).
*Program dan Sinergi: SIDAYA Bukan Sekadar Kelas*
Program Lanjut Usia Berdaya (SIDAYA) menyatukan upaya lintas sektor: pembelajaran, peningkatan kesehatan, dan penguatan peran sosial lansia. Keberadaan Sekolah Lansia ini juga didukung oleh sinergi pemerintah kabupaten, TP PKK, OPD terkait, fasilitator, dan kader lokal, sebuah kolaborasi yang mutlak diperlukan untuk memastikan keberlanjutan manfaat bagi keluarga dan komunitas.
*Suara Wisudawan: Belajar yang Mengembalikan Martabat*
Sejumlah wisudawan memberikan testimoni singkat pada sesi prosesi, menyampaikan bahwa keterlibatan di Sekolah Lansia memberi mereka pengetahuan praktik kesehatan sehari-hari, keterampilan vokasional sederhana, serta kesempatan bertemu teman sebaya yang menumbuhkan semangat hidup baru. Rangkaian penampilan dan testimoni menjadi salah satu momen mengharukan yang terpotret dalam acara.
*Arah Kebijakan dan Harapan Ke Depan*
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Aceh menegaskan harapan agar program Sekolah Lansia terus berkembang dan menjangkau lebih banyak lansia, sebagai salah satu pilar pembangunan keluarga berkualitas. Sinergi lintas sektor dan penguatan kader lokal menjadi fokus agar manfaat program dapat dirasakan berkelanjutan, termasuk penguatan aspek vokasional yang berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga lansia.
Penutup:
Wisuda Sekolah Lansia Kabupaten Aceh Jaya adalah pengingat kuat bahwa pembangunan manusia meliputi semua usia. Dari ruang kelas sederhana hingga penghargaan di atas panggung, para wisudawan membuktikan satu hal: belajar adalah jalan untuk mempertahankan martabat, memperkuat keluarga, dan memperkaya komunitas. Semoga semangat SIDAYA terus menyala dan menular ke daerah-daerah lain. (**)
Penulis : Tim Humas Kemendukbangga/BKKBN Aceh
Editor : Humas/Media Center Pusat
Sumber Berita: RILIS












