Bireuen l AtjehTerkini.Id– Kementerian Agama Kabupaten Bireuen mengadakan zikir dan doa bersama di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Sabtu (3/1/2026),

dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia.
Acara ini bertujuan untuk mendoakan korban bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa wilayah di Bireuen
Kegiatan ini diawali dengan apel peringatan HAB ke-80 yang dipimpin oleh Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST. Dalam sambutannya, Bupati Bireuen menekankan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama dan memperkuat sinergi lintas sektor.
“Agama pernah menjadi sumber pencerahan dunia yang luar biasa. Kita mengenang Baitul Hikmah sebagai pusat intelektual global pada masanya, di mana ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama berpadu untuk memajukan peradaban manusia. Semangat inilah yang perlu kita hidupkan kembali hari ini, yaitu semangat untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan,” katanya.
Bupati Bireuen juga menekankan pentingnya memiliki kedaulatan AI dan memastikan bahwa algoritma masa depan tidak hampa dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. “Kita harus memastikan bahwa AI menjadi alat pemersatu dan penguat kerukunan, bukan pemicu disinformasi dan perpecahan,” tambahnya.
“Melalui zikir dan doa ini, kita berharap Allah SWT memberikan kekuatan dan ketabahan kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, SAg, MPd.
Zulkifli juga melaporkan bahwa bencana banjir telah berdampak besar terhadap jajaran Kementerian Agama, dengan 1.274 ASN terdampak dan 55 madrasah terdampak. Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bireuen yang sigap dan responsif dalam menangani bencana.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. (Mega).














