Aceh Utara | Atjeh Terkini.id – Dalam tahun 2026 ini sebanyak 46 madrasah di Aceh Utara menjadi sasaran akreditasi. Tim Akreditasi Madrasah Kantor Wilayah Kemenag Aceh turut memberikan sosialisasi kepada Kepala Madrasah, Ketua Tim Akreditasi dan para Pengawas Pembina Madrasah di lingkungan Kemenag Aceh Utara.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Aceh Utara H. Fadli, S.Ag., M.Si berlangsung di aula Kankemenhaj Aceh Utara, Rabu (01/04/2026).
H. Fadli menyampaikan selamat datang dan terimakasih kepada Tim Kanwil Kemenag Aceh atas kehadirannya di Aceh Utara dalam rangka memberi pendampingan kepada madrasah akan menjadi sasaran akreditasi tahun ini.

“Terimakasih yang tidak terhingga atas kunjungannya ke tempat kami, dan materi yang disajikan dalam pertemuan yang singkat ini, selain sebagai informasi awal, juga sebagai bekal dalam mempersiapkan berbagai dokumen sebelum Tim Asesor turun ke madrasah sasaran,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia menghimbau kepada seluruh Kepala Madrasah untuk dapat segera mempersiapkan segala hal dan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan madrasah guna memenuhi standar yang dimaksud, sehingga segala proses akreditasi yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan dapat berjalan sesuai harapan dan memperoleh hasil atau nilai yang membanggakan.
“Persiapkan dengan maksimal untuk mendapatkan hasil yang baik,” pinta Kakankemenag Aceh Utara.
Hadir sebagai pemateri dari Tim Kanwil Kemenag Aceh, Dr. Makmun Ibrahim, MM yang didampingi oleh Azmi, S.Kom dari Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh.
Mengawali pembicaraannya, Dr. Makmun menyampaikan bahwa akreditasi madrasah/sekolah adalah proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan satuan atau program pendidikan yang hasilnya diwujudkan dalam hasil visitasi. “Kehadiran kami untuk melakukan sosialisasi ini sangat berharap agar madrasah sasaran akreditasi dapat mempersiapkan semua tuntutan sebagaimana yang tercantum dalam setiap indikator, baik berupa deskripsi, foto-foto maupun video pendek sebagai dokumen pendukungnya.
Ia menambahkan, jangan dijadikan ini sebagai sebuah beban, tapi merupakan suatu kewajiban yang harus ditunaikan secara bersama-sama dengan melibatkan semua guru, tenaga kependidikan dan operator madrasah, termasuk komite madrasah, serta tak kalah pentingnya didampingi oleh pengawas pembina madrasah. “Bapak-ibu, boleh juga untuk berkomunikasi dengan kami melalui handphone,” ujarnya seraya meminta peserta sosialisasi untuk mencatat nomor handphonenya.

Di sela-sela pemaparan materi diwarnai dengan tanya-jawab yang menjadikan suasana sosialisasi semakin bergairah, sehingga tidak terasa jarum jam telah menunjukkan pukul 12.00 WIB.
“Sepulang dari kegiatan sosialisasi ini, segera bapak-ibu mempersiapkan dokumen atau bahan yang diperlukan dengan tidak mengabaikan peningkatan kinerja, karena dalam akreditasi ini bukan hanya penilaian terhadap dokumen tetapi lebih kepada kinerja madrasah,” pesannya mengingatkan.
Secara terpisah, usai acara sosialisasi Kasi Pendidikan Madrasah, Drs. H. Munzir, M.Pd saat dimintai tanggapannya oleh awak media menuturkan, bahwa dirinya mengapresiasi kegiatan tersebut yang menurutnya sangat bermanfaat dalam mempersiapkan akreditasi sejak dini. “Madrasah di Aceh Utara yang menjadi sasaran akreditasi tahun ini, pada Kamis besok, 2 April 2026 kembali mengikuti sosialisasi via zoom meeting yang dilaksanakan BAN PDM Aceh,” pungkasnya. (H.Yos)



















