Simeuleu | Atjeh Terkini.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue, Rita Diana, S.Pd, menggelar agenda Reses Tahap I Tahun Anggaran 2026, seraya menyantuni belasan anak yatim yang berlangsung khidmat di Mentari Cafe Kecamatan Simeulue Timur, Selasa (3/3/2026).
“Penting bagi kita untuk memahami bersama bahwa tahun ini kita mengalami keterbatasan anggaran. Jika sebelumnya kita mengelola pokir sekitar 1,5 Miliar, pada tahun anggaran 2026 ini kita hanya berada di angka 1 Miliar,” ungkap Rita Diana di hadapan para peserta reses.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah serap aspirasi, tetapi juga diisi dengan aksi sosial berupa penyantunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama di tengah suasana kekeluargaan yang dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat kabupaten setempat.

Dalam suasana diskusi yang hangat dan penuh kekeluargaan, Rita Diana memaparkan berbagai program kerja serta tantangan pembangunan yang dihadapi daerah saat ini. Salah satu poin utama yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut adalah kondisi anggaran daerah yang mengalami penyesuaian signifikan.
Transparansi anggaran dan efisiensi dalam sesi diskusi, politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) I ini memberikan penjelasan jujur mengenai kondisi fiskal daerah saat ini. Ia memaparkan adanya penyesuaian anggaran yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Kepedulian sosial ditengah keterbatasan meski menghadapi tantangan dengan kekurangan anggaran, Rita menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kedekatan emosional dengan konstituen di tengah kesibukan menjalankan tugas legislatif.
Rita menekankan bahwa prioritas terhadap kesejahteraan sosial tidak boleh diabaikan. Hal ini dibuktikan dengan penyantunan anak yatim yang menjadi agenda utama dalam reses kali ini.
Pemberian santunan dilakukan secara langsung oleh Rita Diana sebagai simbol doa dan dukungan bagi anak-anak di wilayah sekitar Simeulue Timur.
“Melalui kegiatan reses dan santunan ini, Rita Diana berharap berkah dari doa anak yatim dapat menyertai setiap langkah kebijakan yang diambil di gedung dewan, terutama dalam mengawal aspirasi masyarakat di wilayah dapil 1 Khususnya agar tetap terealisasi secara efektif meski dengan anggaran yang terbatas,” tutup Rita.(AM)
















