Kepala SD dan Guru Olah Sampah Menjadi Karya Inovatif Bernilai Ekonomis, Begini Kata Kadis Dikbud. 

- Jurnalis

Minggu, 25 Mei 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa | Atjeh Terkini.id – Di tengah meningkatnya permasalahan sampah yang belum tertangani secara optimal, muncul berbagai inovasi mengubah limbah sampah menjadi peluang.

Diinisiasi Kepala SD 11 Langsa, Anita Tresia S.Pd, MM, beberapa Kepala Sekolah melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) melakukan program kerja menanggulangi/mengurai sampah bertempat di jalan Elak kebun baru Gampong PB. Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Minggu (35/5/25).

“Pengelolaan sampah kini tak hanya sebatas aktivitas pelestarian lingkungan, tetapi telah berkembang menjadi gerakan kreatif yang menghasilkan karya bernilai ekonomis,” ujar Anita.

Menurutnya, berdasarkan edukasi dari penerapan Adiwiyata Mandiri yang diperolehnya, dibagikan kepada seluruh kepala sekolah beserta guru untuk pembuatan paving Block dari pemilahan sampah plastic dan pembuatan pupuk cair dari sisa kulit buah.

Giat tersebut melibatkan kepala sekolah bersama dewan guru sebanyak 39 sekolah antara lain, SDN 11, SDN 1, SDN 2 Seulalah, SDN 1 Matang Seulimeng, SDN Telaga Tujuh, SDN Alue Merbau,SDN Siderejo, SDN 12.

Selanjutnya SDN Sungai Pauh, SDN Merandeh 1, SDN Merandeh 2, SDN 10, SDN Matang Setui, SDN Gp. Baroh, SDN 2 Alue Dua, SDN AL Kausar, Sdn 1 Karang Anyar, SDN 2 Karang Anyar, SDN 13, SDN 7, SDN Kebun Baru, SDN Gedubang Jawa, SDN Ko. Jawa, SDN Kebun Lama 1, SDN Payah Bujuk Teungoh.

Baca Juga :  Pasca libur Idul Adha, DLHK Aceh Barat Bersihkan Sampah
Kepala Disdikbud Kota Langsa Dra.Suhartini M.Pd.

SDN 10, SDN Buket Rata, SDN 15, SDN Cinta Raja, SDN Kebun Lama 1, SDS 1 Muhamadiyah, SDN Percontohan, SDN 8, SDN 5, SDN Alue Dua, SDN Perumnas, SDN Langsa Lama, SDN Gampong Teungoh dan SDN 3.

Terpisah Kepala Disdikbud Kota Langsa Dra Suhartini M.Pd mengatakan, sampah mejadi musuh terbesar saat ini, daur ulang sampah dapat meningkatkan nilai ekonomis bagi sekolah dalam hal;

1. Mengurangi biaya operasional untuk pengelolaan dibuat paving blok untuk menapaki jalan – jala becek dan berlubang di sekolah.

2. Meningkatkan kesadaran lingkungan siswa dan masyarakat sekolah tentang pentingnya menjaga lingkungan.

3. Menghasilkan pendapatan dari kewirausahaan penjualan sampah yang telah diolah dan dapat digunakan kembali.

4. Menjadi contoh bg org lain dalam membuat produk baru dari bahan bekas.

5. Menjadi bagian dari pendidikan lingkungan di sekolah, sehingga siswa dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan.

“Ini lah teman K3S mempunyai ide dalam program kerja mereka dengan linkungan yang bersih bebas dari sampah, dengan demikian sekolah telah menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan siswa,” ujar Kadis Dikbud.

Baca Juga :  Guru SMA/SMK di Aceh Utara Ikuti Kombel, Muhammad Johan Paparkan Tujuan dan Harapan
Hasil Pengolahan sampah, menjadi paving blok dan pupuk cair

Anita juga memaparkan langkah pembuatan paving block;

Pertama melakukan pemilahan sampah plastic (kantong kresek, botol air, plastik kemasan), Pencacahan sampah plastik menjadi potongan kecil agar mudah meleleh dan tercampur rata memanaskan sampah plastik di wajan logam atau drum dengan api sedang hingga meleleh. Masukkan pasir ke dalam plastik cair (perbandingan umum: 70% pasir : 30% plastik).

Selanjutnya, tuangkan adonan ke dalam cetakan paving block yang sudah dilapisi oli atau air sabun agar tidak lengket agar paving block cepat lepas dari cetakkan masukkan ke dalam air.

Keluarkan paving block dari cetakan, lalu jemur di tempat teduh selama 1–2 hari agar benar-benar keras selain mengurai sampah menjadi paving block.

Selanjutnya cara membuat pupuk cair, Daeri sisa kulit buah. Adapun langkah pembuatannya dengan menggunakan rasio bahan dasar: 3 : 1 : 10 yaitu 300 gram kulit buah, 100 gram gula merah dan 1 liter air.

“Demikian pemaparan cara pembuatan paving blok dan pupuk cair dari limbah sampah,” pungkas Anita.(**)

Berita Terkait

Pemerintah Gampong Karang Anyar Gelar Perekaman e- KTP Bagi Warga Terdampak Bencana
Kinerja KPPBC TMP C Langsa Tahun 2025, Penindakan Semakin Berkualitas
Debitur ASN, P3K dan Pensiunan Terdampak Bencana Hidrometeorologi Minta BAS Beri Penangguhan kredit
PMI Kota Langsa Terima Hibah Ekskavator Mini dari PMI Pusat
BKPRMI Langsa Gelar FASI 2026, Pembinaan Mental Qurani
H Hasanuddin, Ketua FKUB Kota Langsa  Meninggal Dunia
Korban Rudapaksa‎ Ayah Tiri Dalam Perlindungan UPTD PPA Langsa ‎
Kejaksaan Negeri Langsa Geledah Kantor PUPR
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:22 WIB

Pemerintah Gampong Karang Anyar Gelar Perekaman e- KTP Bagi Warga Terdampak Bencana

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:26 WIB

Kinerja KPPBC TMP C Langsa Tahun 2025, Penindakan Semakin Berkualitas

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:48 WIB

Debitur ASN, P3K dan Pensiunan Terdampak Bencana Hidrometeorologi Minta BAS Beri Penangguhan kredit

Senin, 12 Januari 2026 - 16:52 WIB

PMI Kota Langsa Terima Hibah Ekskavator Mini dari PMI Pusat

Senin, 12 Januari 2026 - 16:14 WIB

BKPRMI Langsa Gelar FASI 2026, Pembinaan Mental Qurani

Berita Terbaru

Aceh Utara

Kebakaran Hanguskan 6 Unit Ruko di Tanah Jambo Aye

Sabtu, 17 Jan 2026 - 18:00 WIB