11 Kontainer Masuk Woyla, WANGSA Desak Polda Hentikan Kapal Penggeruk Emas

- Jurnalis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Barat | Atjeh Terkini.id – Yayasan Wahana Generasi Aceh (WANGSA) mendesak Polda Aceh segera menghentikan aktivitas PT Magellanic Garuda Kencana (MGK) di Sungai Woyla, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat. Desakan ini muncul setelah 11 unit kontainer berisi komponen kapal penggeruk emas masuk ke Desa Rambong.

WANGSA menilai, pengiriman kontainer dalam jumlah besar itu mengindikasikan perusahaan tengah menambah armada kapal penggeruk emas. Dari temuan lapangan, sedikitnya tiga unit kapal sudah beroperasi di Sungai Woyla. Dengan tambahan kontainer, jumlah kapal diperkirakan meningkat drastis.

Baca Juga :  Siwas Polres Lhokseumawe Supervisi Polsek Jajaran

“Ini bukan sekadar logistik. Ini ancaman serius terhadap ekosistem sungai dan kehidupan masyarakat,” kata Ketua Umum WANGSA, Jhony Howord, Kamis (21/8/2025).

Menurut Jhony, Sungai Woyla merupakan bagian dari Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang semestinya dijaga ketat. Namun, lemahnya penegakan hukum membuat korporasi bebas beroperasi.

“Diamnya aparat hukum adalah bentuk pembiaran yang sama saja dengan turut merusak Aceh. Polda Aceh tidak boleh berpihak pada korporasi, tapi harus berdiri di sisi rakyat,” tegasnya.

Baca Juga :  Bulog Aceh Kirim 4.000 Ton Beras ke Sumut, SAPA: "Pengkhianatan Rakyat Aceh!"

Jhony juga mempertanyakan sikap kepolisian yang terkesan pasif. “Apakah Polda Aceh akan terus berdiam diri sementara sungai yang jadi urat nadi masyarakat dihisap alat berat korporasi?” ujarnya.

WANGSA menegaskan, pihaknya sudah pernah menyurati Polda Aceh untuk menyelidiki dugaan pelanggaran, namun belum ada tindakan nyata. Mereka berkomitmen terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Sungai Woyla adalah kawasan strategis. Kerusakan ekologis jauh lebih mahal dibanding keuntungan sesaat perusahaan tambang yang penuh persoalan,” pungkas Jhony.(**)

Berita Terkait

LANA : Bandar Narkoba di Aceh Barat Seolah Tak Tersentuh Hukum
Pengibaran Simbol Politik di Tengah Bencana Mengganggu Fokus Kemanusiaan
Kapolsek Pante Ceuremen Iptu Faisal Bersama Istri Maya Faisal Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Lawet
LANA Desak Gaji DPRK Aceh Barat Didonasikan untuk Korban Bencana Alam
Polres Aceh Barat Bantah Pembiaran Truk Kayu di Sungai Ma
Usai Salurkan Bantuan, PEMA UTU : Kerusakan Ekologis Aceh Barat Tak Bisa Diabaikan
Akibat Banjir Gampong Sikundo Pante Ceureumen Aceh Barat Terisolasi 
Polres Aceh Barat Tertibkan Penjual BBM Eceran dan Pangkalan Elpiji Langgar HET
Berita ini 5,112 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 10:39 WIB

LANA : Bandar Narkoba di Aceh Barat Seolah Tak Tersentuh Hukum

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pengibaran Simbol Politik di Tengah Bencana Mengganggu Fokus Kemanusiaan

Kamis, 1 Januari 2026 - 20:00 WIB

Kapolsek Pante Ceuremen Iptu Faisal Bersama Istri Maya Faisal Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Lawet

Sabtu, 20 Desember 2025 - 16:52 WIB

LANA Desak Gaji DPRK Aceh Barat Didonasikan untuk Korban Bencana Alam

Senin, 15 Desember 2025 - 16:30 WIB

Polres Aceh Barat Bantah Pembiaran Truk Kayu di Sungai Ma

Berita Terbaru

Aceh Utara

Kebakaran Hanguskan 6 Unit Ruko di Tanah Jambo Aye

Sabtu, 17 Jan 2026 - 18:00 WIB