Aceh Barat | Atjeh Terkini.id – Yayasan Wahana Generasi Aceh (WANGSA) mendesak Polda Aceh segera menghentikan aktivitas PT Magellanic Garuda Kencana (MGK) di Sungai Woyla, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat. Desakan ini muncul setelah 11 unit kontainer berisi komponen kapal penggeruk emas masuk ke Desa Rambong.
WANGSA menilai, pengiriman kontainer dalam jumlah besar itu mengindikasikan perusahaan tengah menambah armada kapal penggeruk emas. Dari temuan lapangan, sedikitnya tiga unit kapal sudah beroperasi di Sungai Woyla. Dengan tambahan kontainer, jumlah kapal diperkirakan meningkat drastis.
“Ini bukan sekadar logistik. Ini ancaman serius terhadap ekosistem sungai dan kehidupan masyarakat,” kata Ketua Umum WANGSA, Jhony Howord, Kamis (21/8/2025).

Menurut Jhony, Sungai Woyla merupakan bagian dari Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang semestinya dijaga ketat. Namun, lemahnya penegakan hukum membuat korporasi bebas beroperasi.
“Diamnya aparat hukum adalah bentuk pembiaran yang sama saja dengan turut merusak Aceh. Polda Aceh tidak boleh berpihak pada korporasi, tapi harus berdiri di sisi rakyat,” tegasnya.
Jhony juga mempertanyakan sikap kepolisian yang terkesan pasif. “Apakah Polda Aceh akan terus berdiam diri sementara sungai yang jadi urat nadi masyarakat dihisap alat berat korporasi?” ujarnya.
WANGSA menegaskan, pihaknya sudah pernah menyurati Polda Aceh untuk menyelidiki dugaan pelanggaran, namun belum ada tindakan nyata. Mereka berkomitmen terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Sungai Woyla adalah kawasan strategis. Kerusakan ekologis jauh lebih mahal dibanding keuntungan sesaat perusahaan tambang yang penuh persoalan,” pungkas Jhony.(**)












